Screen Shot 2018-05-15 at 2.52.41 PM

By Vinny Vindiani on May 15, 2018

Serving gory and shocking visual of brutal death, The House That Jack Built tells a progressive story of a serial killer.

the-house-that-jack-built-01-photo-by-christian-geisnaes 

Coming from the brilliant mind of Danish writer-director Lars Von Trier, The House That Jack Built finally premiered at 2018 Cannes Film Festival. Setelah sempat mendapat larangan untuk bergabung dalam Cannes di tahun 2011 karena kasus Nazi gag, kini Lars Von Trier kembali memasuki ranah prestisius Cannes setelah lebih dari enam tahun dengan karya terbarunya yang disebut-sebut paling brutal dan penuh kekerasan dari film-film besutannya sebelumnya.

Film psychological horror ini menceritakan selang waktu 12 tahun sejak 1970an hingga 1980an yang dilalui oleh seorang serial killer, Jack dengan setiap momen-momen sadis dan korban-korban pembunuhannya yang menjadi permulaan penemuan jati dirinya sebagai seorang pembunuh berantai.

Screen Shot 2018-05-15 at 2.53.41 PMScreen Shot 2018-05-15 at 2.53.54 PM

Diperankan oleh Matt Dillon sebagai Jack, dan sejumlah aktor dan aktris yang dalam trailernya terungkap sebagai sejumlah korban pembunuhan Jack, dari Uma Thurman yang harus mendapatkan serangan brutal dari Jack di mobil yang ditumpanginya, hingga Riley Keough yang mengalami sekapan dan siksaan keji, serta nama-nama besar Hollywood seperti Sofie Grabol, Siobhan Fallon Hogan, Jeremy Davies, Ed Spellers dan Bruno Ganz

Jack yang sudah mengantungi lebih dari 60 kekejian pembunuhan dengan beragam cara mengerikan yang terpikirkan olehnya ini mengingat kembali momen pembunuhan awal yang membentuk dirinya sebagai serial killer, bahkan dari momen masa kecilnya yang divisualkan dengan seekor bebek kecil yang harus menanggung derita dengan mengapung di danau tanpa kaki. Semua terasa makes sense dalam pikirannya, sebagaimana setiap pembunuhan merupakan karya seni buatannya.

Screen Shot 2018-05-15 at 2.54.25 PM 

Despite the gruesomeness of all the killings, iringan musik yang cukup uplifting (David Bowie’s “Fame included) dan nostalgic seperti memberikan nuansa berbeda dari kekejaman Jack dan pengakuannya akan apa yang telah dilakukannya selama ini, hingga pengalaman masa kecil dan pemikirannya akan surga dan neraka.

Dikabarkan mengakibatkan walked out dari sejumlah penonton di penayangan perdananya, in contrary, The House That Jack Built yang berdurasi kurang lebih 2 setengah jam ini juga diakhiri dengan enam menit standing ovation dari para penonton yang berhasil bertahan melalui visual-visual keji dan alur cerita ciptaan Lars Von Trier.

 

Another one for the scare dare? Anyway, here’s the trailer.