blu plentin-2

By Vinny Vindiani on February 14, 2018

When the day is full of love and over romantic, what about the broken heart, sadness and the bitterness out of love? Here’s our NYLON’s Blue Valentine movie list made just for you.

Berbicara yang sesungguh-sungguhnya, tidak semua cinta terasa manis, membahagiakan dan penuh harapan, terkadang dalam percintaan harus ada kepahitan, kekecewaan dan kesedihan. Maybe that’s just how love should be, a bitter-sweet feeling. 

Merayakan hari Valentine tahun ini, kami ingin memberikan small tribute for the people who’s in and out of love, with all the feelings inside. And maybe this time it’s not about all the sugar and everything nice, but the opposite of it.

Berikut ini Nylon Indonesia memberikan sejumlah rekomendasi film ber-genre romance yang tidak diisi dengan seluruh romantisme dan momen-momen manis dalam percintaan, namun kenyataan pahit percintaan yang lebih banyak terjadi di dunia nyata, dengan segala ups and downs, dan akhir cerita yang tidak sesuai dengan impian percintaan siapapun, and we’re gonna tell it like it is.

Tidak ingin spoiler? We got you covered! Kamu bisa memperhatikan sadness rate yang sudah kami sematkan di setiap gambar adegan film yang terbagi menjadi 3 rate, frown, teary, and crying your heart out!

So grab your popcorn, tissues, and let your heart and mind wide open, ‘cause as heart breaking as it is, there’s always a lesson ready to be learned.

 

WINSLET CARREY

Like Crazy

Mengisahkan percintaan lintas benua, Anna Gardner (Felicity Jones) dan Jacob Helm (Anton Yelchin), pasangan pelajar yang menjalin percintaan penuh romantisme sejak masa-masa kuliah ini harus terpisahkan karena masalah visa. Satu-satunya cara yang termudah dan tercepat adalah menikah, but it’s not that easy for the couple. Sempat mencoba berpisah dan menjalani kehidupannya masing masing di Los Angeles dan London, keduanya tetap tenggelam dalam perasaan ingin memiliki, dan akhirnya mereka memutuskan untuk menikah meski harus berpisah selama proses pembaharuan visa resmi. Berbagai cobaan masih terus berdatangan, dari pertengkaran, perpisahan, penolakan hingga rasa frustasi dan cemburu, it’s like all the reality strikes upon them. Seiring waktu berlalu, Anna kembali mendapatkan tawaran visa, dan reunipun terjadi, dengan Jacob menunggu di airport dengan segenggam buket bunga, siap membawa Anna kembali ke rumah. Berhasil kembali bersama, keduanya bergabung di bawah siraman shower, just to feel their presence while thinking back about all the happier moments they had, before all the trouble and the emptiness they feel now.

WINSLET CARREY

Blue Valentine

Nasib malang harus dialami Cynthia “Cindy” Heller (Michelle Williams) ketika mengetahui sang kekasih, Bobby tidak menggunakan pengaman saat berhubungan intim, which ‘cause her pregnancy. Sempat memutuskan untuk menggugurkan kandungannya namun tidak kuasa menahan rasa bersalah, Cindy memilih keluar dari ruang aborsi untuk bertemu dengan Dean Pereira (Ryan Gosling), kekasih barunya. Meski mengetahui ini bukan bayinya, Dean tetap meminta Cindy menikahinya. Hidup bersama selama lima tahun dengan sang anak, Frankie, suatu hari Dean mengajak Cindy untuk sebuah romantic getaway yang berujung pada pertengkaran, dikarenakan kecemburuan dan Dean dengan masalah kecanduan minuman kerasnya. Dari sini hubungan mereka terus diuji, hingga akhirnya Cindy meminta perceraian. Namun karena mereka tidak ingin Frankie tumbuh besar in a broken home, mereka berusaha kembali mengingat janji pernikahan mereka, kemudian saling memaafkan, dan setelahnya membutuhkan waktu untuk sendiri. Seiring keduanya berjalan kearah yang berbeda, sang anak, Frankie terus menangisi pertengkaran mereka dan menyuarakan kecintaannya pada Dean.

WINSLET CARREY

La La Land

Sama-sama mengejar impian, Mia (Emma Stone) sebagai aktris, dan Sebastian (Ryan Gosling) sebagai pianis jazz, keduanya dipertemukan saat Sebastian terpaksa bekerja sebagai pianis di sebuah restoran, dan bagaimana Mia terpana dengan alunan nada yang dimainkan Sebastian. Semesta mempertemukan mereka kembali di sebuah pesta, dan disinilah awal percintaan mereka dimulai, dengan scene iconic keduanya menari dan menyanyikan “A Lovely Night”. Tidak selalu mulus, seiring berjalannya waktu, impian keduanya perlahan memberikan jarak dan memisahkan keduanya. Lima tahun berlalu, Mia sudah sukses sebagai aktris, sudah menikah dan memiliki keturunan. Kunjungannya ke sebuah klub jazz bersama sang suami, ternyata mempertemukannya lagi dengan Sebastian yang tampil membawakan “Mia & Sebastian Theme” di klub jazz miliknya, Seb’s. Di akhir lagu, Mia pulang bersama suami, dan sesaat menukar tatapan dan senyuman dengan Sebastian dan menyadari keduanya telah mewujudkan impiannya walau tidak bersama.

WINSLET CARREY

One Day

Menceritakan kejadian di tahun 2006, kita segera dibawa kembali ke 14 Juli 1988, hari dimana Emma (Anne Hathaway) dan Dexter (Jim Sturgess) memutuskan untuk terus bersahabat. Berlanjut ke tanggal yang sama setiap tahunnya hingga 18 tahun mendatang, Emma yang mengejar impiannya sebagai penulis, sementara Dexter berkeliling dunia dan larut dalam minuman keras dan hubungan dengan banyak wanita. Bertemu kembali pada tahun 1991, keduanya berjalan bersama dan menunjukkan attraction for each other, meski Emma tidak memikirkan hubungan apapun. Lanjut ke dua tahun kemudian saat Dexter sudah sukses sebagai presenter TV, meski terus memiliki kecanduan akan drugs and alcohol, serta Emma yang memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Ian walau tidak benar-benar mencintainya. Berlanjut terus setiap tahunnya dengan Emma yang memutuskan untuk berpisah dengan Ian, dan kini berkarier sebagai penulis buku anak-anak, serta Dexter yang tidak lagi di pandang dalam karier televisi, dan sudah menjadi duda dengan 1 anak, Jasmine. Keduanya bertemu kembali pada tahun 2001 dan memutuskan untuk hidup bersama dan menikah di tahun 2004. Waktu berjalan dan keduanya menemukan keresahan pada hubungan mereka, hingga kembali ke tahun 2006 saat Emma harus meninggal karena sebuah kecelakaan, dan Dexter yang frustasi untuk tidak bersama Emma lagi. Orang-orang terdekat Emma dan Dexter terus memberikan dukungan yang menyimpulkan satu hal, bagaimana Dexter adalah satu-satunya orang yang membawakan kebahagiaan untuk Emma. Dan berakhir di tahun 2011, saat Dexter pergi bersama Jasmine ke sebuah tempat di Skotlandia, dan kembali pada memorinya bersama Emma di tempat yang sama, after all they’re always a best friend.

WINSLET CARREY

Me Before You

Louisa Clark (Emilia Clarke) nekat bekerja sebagai perawat pria difabel, Will Traynor (Sam Claflin) meski tidak memiliki pengalaman apapun, kecuali keceriaan dan semangat. Will sendiri bukanlah pribadi periang, ia frustasi dengan kecelakaan yang membuatnya difabel, dan berencana mengakhiri hidupnya di sebuah klinik. Louisa yang diam-diam mendengar rencana ini, memutuskan untuk melakukan segalanya untuk mengubah pikiran Will. Keduanya mulai sering berkomunikasi, melakukan berbagai hal-hal yang tidak pernah dilakukan Louisa, sebaliknya Louisa memberikan kehangatan dan keceriaan dengan tingkah laku dan rencana-rencananya. Will menyadari hati tulus Louisa dan berusaha mengubah motivasi Louisa untuk hidup lebih baik. Semua kebahagiaan di enam bulan terakhir ini tetap tidak menggoyahkan keinginan Will untuk mengakhiri hidup, Louisa sempat marah dan tersakiti, namun rasa sayangnya membawanya kembali untuk mengunjungi Will terakhir kalinya, dan keduanya mengungkapkan kebahagiaannya saat bersama. Will wafat, dan Louisa harus menjalani hidupnya lagi. Dengan bantuan Will yang meninggalkan warisan untuk melanjutkan pendidikan dan impian Louisa di Paris, ia berjanji menepati isi surat Will yang bertuliskan pesan “Just Live”.

WINSLET CARREY

P.S. I Love You

Holly (Hilary Swank) dan Gerry (Gerard Butler) adalah sepasang suami istri pada umumnya, yang tidak luput dari ups and downs of marriage. Sepeninggalan Gerry karena mengidap kanker otak, Holly mengalami frustasi berat dan tenggelam dalam kesendirian. Di ulang tahun ke-30 nya, Holly menerima sebuah kue dan pesan dari Gerry bertuliskan P.S.I Love You, yang ternyata menyatakan rencana Gerry untuk mengirimkan rentetan surat dan petunjuk setelah kematiannya, untuk mengembalikan semangat Holly and for her to move on with life. Gerry mengatur sebuah perjalanan ke kota kelahirannya, Irlandia dimana keduanya pertama kali bertemu, Holly pergi bersama kedua sahabatnya, Denise dan Sharon, dan Holly terus mendapatkan berbagai arahan dan potongan cerita dari setiap surat Gerry yang terus berdatangan. Surat-surat ini menumbuhkan semangatnya, sekaligus membuatnya terus mengingat masa-masa bahagianya dengan Gerry. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencari apa yang ia sukai, yaitu merancang sepatu wanita, dan menemukan kepercayaan dirinya lagi. Seiring waktu berjalan, Holly mengetahui bahwa ibunyalah yang mengirimkannya setiap surat dari Gerry, dan ia mengajaknya ke Irlandia. Di akhir film, Holly menyadari ia harus terus hidup, dan membuka dirinya lagi, ia percaya Gerry pun bermaksud sama, and yes, she live and try to be in love again.

WINSLET CARREY

500 Days of Summer

Menceritakan hubungan antara Tom (Joseph Gordon-Levitt) dan Summer (Zooey Deschanel) selama 500 hari yang dituturkan dengan adegan yang berlompat-lompat sesuai harinya, keduanya bertemu di lift kantor dan dihubungkan dengan kecintaanya akan The Smiths. Bekerja di kantor yang sama, Tom dan Summer terus menumbuhkan kecintaan satu sama lain, dengan berbagai ungkapan-ungkapan unik dan cute date. Hingga suatu hari dimana Tom dipaksa teman dan adiknya untuk menanyakan kejelasan hubungannya, yang diabaikan oleh Summer dengan anggapan tidak perlu dipikirkan selama mereka bahagia. Suatu malam Tom berkelahi dengan seorang pria yang merayu Summer, disini Tom memastikan kembali agar Summer terus berkomitmen dengannya, namun Summer tidak bisa menjanjikan itu. Hubungan mereka mulai memudar, hingga akhirnya Summer memutuskan mengakhiri hubungan mereka dan hanya berteman saja. Tom kecewa dan larut dalam kesedihan dalam waktu yang panjang. Saat berkesempatan bertemu kembali, Tom mengetahui bahwa Summer sudah bertunangan, ia marah besar dan segera pergi. Hingga suatu hari kekecewaannya mengantarnya pada sebuah energi baru, dimana ia memutuskan untuk mengikuti bakat arsitekturnya dan mencoba merintis kariernya dibanding memikirkan percintaan. Di hari ke 488, Tom bertemu kembali dengan Summer, disini Summer mengungkapkan bahwa Tom benar dengan kepercayaannya akan true love, yang ia temukan bersama suaminya, keduanya saling memaafkan then wishing each other well. Di hari ke 500 saat Tom menghadiri sebuah interview, ia bertemu dengan perempuan yang menarik, dan ternyata bernama, Autumn.

WINSLET CARREY

I Origins

Ian Gray (Michael Pitt) bertemu dengan Sofi (Astrid Berges-Frisbey), wanita bertopeng hitam yang ia temui di sebuah pesta Halloween dengan hanya mengenali matanya saja, ia terus memikirkan siapa dia dan akhirnya dipertemukan pada sebuah keadaan misterius dari deretan angka 11 yang memberinya petunjuk pada sebuah billboard mata wanita yang sama. Ian dengan pekerjaannya sebagai ilmuan tidak percaya dengan hal-hal berbau superstition dan religion, ia sangat logikal dan memilih fakta-fakta yang sudah terbukti, sementara Sofi percaya akan semua itu. Suatu hari mereka memutuskan untuk menikah, namun registrasi harus ditunda sehari. Ian mendapat telepon dari Karen, lab partnernya yang menemukan sebuah penemuan baru mengenai mata, Ian memutuskan kembali ke lab dan membawa Sofi. Di lab Sofi tidak sengaja menumpahkan cairan lab dan membuat penglihatan Ian kabur sementara, Sofi membawanya pulang dan malah mendapat musibah di lift apartement. Liftnya berhenti di tengah lantai, dan Sofi yang ketakutan berusaha diyakinkan Ian untuk memanjat naik ke lantai atas. Tiba-tiba lift menyala, dan Ian baru menyadari bahwa ia hanya menyelamatkan sebagian tubuh Sofi. Berlanjut ke tujuh tahun setelah kejadiaan naas itu. Ian sudah menikah dengan Karen dan memiliki anak. Kini Ian menulis buku mengetahui evolusi mata yang memberikan penjelasan logis akan penciptaan. Saat anaknya melalui sebuah tes, ia menemukan bahwa mata sang anak sudah terdaftar di database dengan nama lain, ia penasaran dan mengunjungi alamat pemilik mata dan menemukan bahwa pria itu sudah meninggal, just before their baby was conceived. Disini Ian menaruh kecurigaan dan teringat akan mata Sofie, dan menemukan bahwa ada nama lain yang juga memiliki mata sama dengan Sofie. Ia mencarinya ke India, dan menemukan mata yang sama yang dimiliki oleh Salomina, seorang anak yatim-piatu di India. Ian coba memberikan berbagai tes, jikalau Priya memiliki memori tertentu layaknya Sofi, namun upayanya tidak berhasil. Ia memutuskan untuk pulang dengan kegagalannya ini, dan saat ingin memasuki lift, Priya menangis dan memohon untuk tidak masuk karena ketakutannya. Ian menyadari hal yang tidak masuk dalam logikanya, menatap mata Priya, dan akhirnya memilih menggendongnya turun melewati tangga, keluar dari ruangan bernuansa gelap itu menuju ke kawasan luar yang lebih cerah.

WINSLET CARREY

Blue Is The Warmest Color

Mendaratkan padangannya pada seorang wanita berambut biru saat menyebrang jalan, Adele menemukan bahwa dirinya mungkin memiliki ketertarikan pada wanita. Seorang temannya yang gay, menyadari kebingungannya dan memutuskan membawa Adele ke gay dance bar dan akhirnya Adele memilih masuk ke lesbian bar. Disana ia dipertemukan dengan si wanita berambut biru, Emma dan mereka mulai mengenal satu sama lain dan akhirnya memutuskan untuk menjalin kasih. Tahun berlalu, dan kini Emma hidup bersama dengan Adele, saat berkumpul bersama beberapa teman, Emma terus mendorong Adele untuk mengejar impiannya sebagai penulis, yang berakhir dengan keduanya menyadari kalau mereka memiliki banyak perbedaan. Dalam kebingungan ini, Adele malah tidur bersama seorang lelaki dan Emma pun akhirnya mengetahuinya dan memutuskan hubungannya. Pada suatu kesempatan mereka bertemu kembali dan kini Emma sudah membina hubungan dengan wanita lain yang sudah memiliki anak. Dibalik kekecewaan, Emma mengaku bahwa kehidupannya bersama Lise tidak sebanding dengan hubungan spesialnya dengan Adele, namun ia harus menerima fase kehidupan baru ini. Di penghujung film, Adele mengunjungi pameran lukisan Emma dan menemukan satu lukisan dirinya saat mereka masih bersama, ia mengucapkan selamat kepada Emma, lalu memutuskan untuk berjalan menjauh dan keluar.

WINSLET CARREY

Moulin Rouge

Mengambil era tahun 1990, Christian (Ewan McGregor) seorang penulis yang sedang mengalami depresi memulai sebuah tulisan, dan memasuki flashback ke satu tahun sebelumnya dimana ia pindah ke Paris untuk menjadi seorang penulis dan membantu para performers dengan naskah buatannya. Upayanya mempromosikan naskah kepada pemilik Moulin Rouge mempertemukannya dengan Satine (Nicole Kidman) yang mengira bahwa Christian adalah Duke of Monroth, seorang investor kabaret. Setelah menyadari ia adalah penulis dan mendapat kunjungan mendadak dari the real Duke, Christian dan Satine berpura-pura sedang melatih line untuk pertunjukan “Spectacular-Spectacular”. Hubungan yang terus berlanjut ini membuat Duke curiga dan akhirnya tidak mengizinkan Christian untuk menemui Satine. Tidak menerima keadaan ini, Christian tetap memaksa bertemu Satine yang ternyata mengidap penyakit tuberculosis, disini Christian tetap mengungkapkan cintanya dengan sebuah lagu “Come What May”. Duke mengetahui hubungan mereka masih berlanjut dan mengancam Christian akan dibunuh jika ia tidak memiliki Satine, saat hampir memperkosanya, Satine dibantu oleh penari pria lain untuk pergi menemui Christian. Tidak ingin menyakiti Christian, Satine mengaku tidak mencintainya, namun Christian tetap mendatanginya lagi di Moulin Rouge dan berakhir berada di atas stage bersama Satine Disinilah keduanya menyadari mereka tidak bisa membohongi perasaannya, sesaat setelah acara berakhir, Satine terjatuh karena penyakitnya dan sebelum ajal menjelang, Satine meyakinkan Christian untuk menuliskan cerita cinta mereka. Di akhir film, sepeninggalan Satine, Christian menyelesaikan tulisannya berjudul “love that will live forever”.

WINSLET CARREY

Eternal Sunshine of the Spotless Mind

Joel Barish (Jim Carrey) dan Clementine Kruczynski (Kate Winslet) memulai hibungan mereka di sebuah perjalanan kereta dari Montauk ke Rockville Centre. Sesaat setelah bertemu mereka segera jatuh hati dan keduanya memiliki keinginan untuk pergi ke Montauk, tanpa menyadari keduanya pernah membina hubungan setelah dua tahun. Kembali ke masa lalu, mereka sempat berargumen, dan Clementine memutuskan untuk menjalani penghapusan memori, akan sang kekasih, sepenuhnya. Mendengar hal ini, Joel juga melakukan hal yang sama, dalam proses penghapusan memori, Joel menyadari keinginan untuk menyisakan memori kecil akan Clementine pada hal yang tidak ada hubungannya dengan masa-masa berpacarannya, yaitu sebuah rumah di pinggir pantai, dan Clementine yang mengucap “Meet me in Montauk”. Klinik penghapusan memori juga memiliki drama sendiri, dimana para staf juga diam-diam menggunakan penghapusan memori, dan sebagian mengunakannya sebagai kecurangan yang berakhir dengan seorang staf berhenti dan membalas dendan dengan mengirimkan setiap record pada pemiliknya. Kembali kepada Joel dan Clementine, keduanya akhirnya menerima record dan menyadari bahwa mereka pernah bersama. Joel meminta Clementine untuk kembali mencoba menjalin hubungan, namun Clementine menolak karena takut akan berakhir sama. Namun akhirnya mereka memutuskan untuk mencobanya lagi, meski tahu cerita kelam dibalik kebersamaannya.

WINSLET CARREY

Brokeback Mountain

Mengisahkan kedua pria yang saling jatuh hati dalam perjalanannya di sebuah peternakan domba, Ennis Del Mar (Heath Ledger) dan Jack Twist (Jake Gyllenhaal) memutuskan kembali ke kehidupannya masing-masing dan menikah dengan perempuan dan memiliki anak-anak. 4 tahun berlalu dan Ennis bertemu lagi dengan Jack yang berkunjung ke kotanya. Mereka menyadari mereka masih mencintai satu sama lain, namun Ennis tidak ingin hidup bersama karena trauma masa kecilnya. Berakhir dengan perceraian, Ennis pun tetap tidak ingin tinggal dengan Jack, dan tetap ingin berada di dekat anak-anaknya, yang tersisa hanyalah kebersamaannya dengan Jack di Brokeback Mountain selama 20 tahun. Ennis banyak mengungkapkan kekesalannya dan konflik pribadinya karena berhubungan dengan Jack, yang memunculkan argumen dan tangisan. Setelah kepulangannya ke tempat masing-masing, datang kabar menyedihkan dimana Jack meninggal dunia, meskipun Ennis tidak percaya ia meninggal karena kecelakaan mobil. Istri Jack berkata bahwa Jack ingin abunya dibuang di Brokeback Mountain, dan Ennis memutuskan datang kerumah masa kecil Jack untuk memintanya. Mendapat penolakan, satu satunya yang ia dapatkan adalah kemeja mereka berdua yang ternyata tersimpan di lemari Jack.

WINSLET CARREY

Never Let Me Go

Berada dalam dunia dystopia yang mengungkap kemungkinan seseorang hidup lebih dari seratus tahun, tiga sahabat, Kathy (Carey Mullihan), Ruth (Keira Knightley) dan Tommy (Andrew Garfield) menghabiskan masa kecilnya di Hailsham, dan belajar membuat artwork untuk masuk ke sebuah Galeri yang dipimpin oleh Madame. Hingga suatu hari salah seorang guru membocorkan bahwa mereka hanyalah pendonor organ, ketiganya mulai mencari jawaban pasti. Beralih ke masa remaja, Kathy menaruh perasaan pada Tommy yang ternyata sudah mencintai Ruth. Kecemburuan membuat Kathy dan Ruth tidak berteman lagi, dan disini Kathy memutuskan untuk mengambil peran carer, yang menenangkan para donor untuk merelakan organnya, sementara ia bebas dari pendonoran organ. Bertahun-tahun belalu dan Kathy menemukan Ruth yang sudah mendonorkan 2 organnya tergeletak lemah, mereka mencari Tom yang kini sudah berpisah dengan Ruth, dan ternyata Tom juga sudah cukup lemah dengan 1 donasi organnya. Disini Ruth mengaku bahwa ia tidak mencintai Tommy ia hanya takut hidup sendiri. Merasa bersalah ia mencari cara untuk menyelamatkan Tommy dan Kathy dengan sebuah rumor bahwa pasangan bisa dibebaskan oleh deferral dari pemilik galeri, yang ternyata hanya bualan belaka. Ruth pun meninggal dunia, dan mendengar tidak ada cara lain untuk bebas, Tommy berakhir frustasi dan akhirnya meninggal saat operasi pendonoran. Kathy pun berakhir sendiri dan menunggu masa pendonoran yang akan dimulai bulan depan. Memikirkan masa kecilnya, ia mempertanyakan jika nasibnya sama dengan orang yang akan menerima organnya.

WINSLET CARREY

A Walk to Remember

Menjadi biang onar di sekolah, Landon Carter (Shane West) terpaksa harus menjadi tutor dan mengambil peran di school play, disini ia menyadari keberadaan Jamie (Mandy Moore) yang sebenarnya sudah ia ketahui sejak lama namun tidak benar-benar dikenalnya karena pergaulan yang berbeda, dan pandangan bahwa Jamie cukup kolot dan tidak pernah tampil layaknya wanita lain. Kesulitan berakting, Landon mendapat bantuan dari Jamie dengan syarat ia tidak boleh jatuh hati pada Jamie. Tentu Landon tidak menggubrisnya, dan malah seringkali malu berteman dengan Jamie. Jamie sakit hati dan menyebutkan bahwa dia menaruh harapan pada Landon, akhirnya merekapun berteman kembali, dan malah Landon mulai menaruh ketertarikan pada Jamie. Pertunjukanpun dimulai, dan benar saja jika Jamie segera membuat Landon jatuh hati dengan penampilan dan suaranya, dan drama sekolah pun diakhiri dengan Landon yang berimprovisasi dengan menciumnya. Landon meminta Jamie untuk menjadi kekasihnya, bahkan meyakinkan ayah Jamie untuk memberinya kesempatan. Mereka akhirnya menjalin kasih, dan melakukan berbagai hal bersama untuk mewujudkan bucket list Jamie. Hingga kebahagiaan terenggut saat Jamie mengakui mengidap leukemia, namun Landon tetap tidak ingin berpisah darinya, dan memutuskan memberikan segalanya hingga hari terakhirnya. Sepeninggalan Jamie, Landon tetap berhubungan baik dengan ayah Jamie, dan kini berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Ayah Jamie pun mengungkap bahwa Jamie menganggap Landon sebagai sebuah karunia baginya. Di akhir film, Landon percaya bahwa Jamie selalu bersamanya, love is like the wind, you can’t see it, but you can feel it.