IMG_2639

By Anindya Devy on January 30, 2018

 

Walaupun sudah lewat sepekan, namun penampilan perdana The xx di Jakarta masih terngiang dengan manis.

Teks. Alexander Kusumapraja. Foto. Ikhsan Edwin.

 

Tepat sepekan lalu, band electronic indie pop asal London The xx menggelar gig perdana mereka di Jakarta yang sekaligus menjadi pembuka bagi rangkaian konser bertajuk I See You Tour di Asia. Beberapa jam sebelumnya, gempa yang cukup kuat terasa di Jakarta. Ditambah dengan kondisi cuaca yang tak tertebak dan kemacetan jam pulang kantor di Selasa sore, rasanya ada banyak alasan untuk mengurungkan niat datang. Namun, pesona yang dimiliki oleh trio yang terdiri dari Romy Madley Croft (gitar, vokal), Oliver Sim (bass, vokal), dan Jamie Smith (synths, drum, keyboards, produksi) ini memang terlalu kuat untuk dikalahkan semua alasan tersebut.

 

Setidaknya, itu yang akan diamini oleh ribuan penonton yang memadati Hall B3 JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat yang menjadi venue konser ini. Antrean menukar tiket sudah terlihat sejak sore. Meskipun hujan datang dan pergi semaunya, namun tak menggoyahkan antrean yang masih mengular ketika band pembuka KimoKal dan Elephant Kind naik panggung dan menyelesaikan penampilan mereka dengan apik. Sampai The xx akhirnya naik panggung di jam 21.30, kabarnya masih ada beberapa penonton yang tertahan di antrean menukar tiket. Tapi percaya deh, semua pengorbanan itu pun tak sia-sia.

IMG_2625

Telah mencuri perhatian sejak merilis album perdana berjudul xx pada 2009 silam, penampilan perdana mereka di Jakarta memang sudah dinantikan ketika setengah tahun lalu Ismaya Live membocorkan teaser konser mereka yang dengan mudah ditebak. Rangkaian tur kali ini masih termasuk dalam masa promosi album ketiga, I See You, yang rilis tahun lalu.

 

Seperti telah menjadi prosedur, “Intro” pun menjadi lagu pembuka konser mereka dan dilanjutkan dengan “Crystalised” yang sama-sama dari album pertama. Berturut-turut, rangkaian hits dari ketiga album mereka seperti “Say Something Loving”, “Islands”, “Heart Skipped a Beat” memanjakan penonton. Yang unik dari The xx adalah walaupun di atas panggung mereka hanya bertiga, namun ketiganya mampu menjadi trinitas yang menyajikan pertunjukan yang terasa “penuh” namun masih menyisakan ruang untuk bernapas dan bahkan merenung (if you’re in sentimental mood). Oh, and they sounds just like they eat their CDs! Kualitas vokal Romy dan Oliver nyaris tak ada perbedaan dari kualitas rekaman mereka.

IMG_2610

Melihat respons positif dan koor penonton yang mengiringi setiap lagu membuat ketiga personel The xx mengapresiasinya dengan kalimat-kalimat terima kasih. Setiap personel pun seakan punya spotlight khusus masing-masing, seperti ketika Romy memetik gitar di bawah lampu sorot sambil menyanyikan versi balada dari “I Dare You”, atau ketika Jamie yang juga dikenal sebagai DJ membawa unsur elektronik di lagu “Shelter”, “Loud Places”, dan “On Hold” yang membuat atmosfer seketika mengarah ke chill rave party (Seriously Ismaya, we need Jamie’s DJ set for the upcoming We The Fest or Djakarta Warehouse Project).

IMG_2609

Satu jam pun terasa singkat. Ketika The xx membawakan lagu “Angels” dari album kedua, Coexist, yang ternyata menjadi lagu pamungkas, banyak penonton bergeming di tempatnya dan meneriakkan kata encore. Namun, saat lampu dinyalakan dan panggung mulai dibersihkan, ternyata memang sampai di sini dulu perjumpaan kita dengan The xx. Terlepas dari layar samping panggung yang entah kenapa tak dihidupkan (we feel bad untuk penonton di section belakang) dan tak adanya encore, namun penampilan perdana The xx di Jakarta sukses meninggalkan kesan yang manis. Well, until we see them again.