Untitled-2

By Nandya Gita on January 2, 2018

Puisi tak hanya tentang susunan kata-kata yang indah. Puisi menyiratkan makna tersendiri yang tidak bisa disampaikan dengan mudah.

Mungkin bagi sebagian orang membaca atau mendalami karya sastra jenis puisi itu berat dan membosankan. Padahal banyak sekali yang bisa didapatkan jika rajin membaca karya sastra, terutama bagi kamu yang memiliki hobi menulis atau bercita-cita menjadi penulis.

Dengan membaca puisi, kamu dapat memperkaya kosa kata, belajar tentang seni dan budaya hingga sejarah melalui karya sastra. Puisi juga dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan diri. Ada banyak penyair hebat di dunia. Kamu tentu tau William Shakspeare dan Margaret Atwood yang karyanya sudah mendunia. Selain itu, Indonesia juga memiliki banyak penyair hebat seperti Chairil Anwar dan W.S. Rendra yang tulisannya dengan mudah kamu temukan dalam buku pelajaran bahasa Indonesia atau sastra.

Dan di masa modern seperti ini, telah lahir banyak penyair dengan karya-karyanya yang akan menyentuh hatimu. Whether you like short, sweet poems about falling in love, or long, drawn-out tales of war, one of the poets on this list has you covered.

Check out the 5 poets you should be reading below!   

          

Warsan Shire

Album ‘Lemonade’ karya Beyonce penuh dengan lirik patah hati, cemburu, dan kata-kata puitis. Di balik itu semua, ada seorang penyair asal Somalia yang menginspirasi Beyonce. Dia adalah Warsan Shire. Di tahun 2013, Shire memenangkan African Poetry Prize dari Brunel University dan meraih gelar muda Young Poet Laureate di London pada tahun 2014. Puisi yang ditawarkan oleh Shire terkesan introspektif dan tenang, namun ada kemarahan yang terkandung di dalamnya. Shire telah menerbitkan dua buku puisi berjudul ‘Teaching My Mother How to Give Birth’ dan ‘Her Blue Body.’

 

Hieu Minh Nguyen

Koleksi puisi pertamanya, ‘This Way to the Sugar’ mengantarkan penyair Vietnamese-American ini sebagai finalis Lambda Literary Award. Selain itu, ia merupakan penyair termuda yang menjadi finalis Minnesota Book Award. Karya puisinya telah dipublikasikan pada beberapa media termasuk The Journal, Indiana Review, dan The Paris-American. Buku keduanya, ‘Not Here’, akan segera dirilis tahun ini.

 

Sarah Kay

Known for her spoken word poetry, Sarah Kay is a gem. Penyair asal New York City ini sudah mempublish tiga buku puisi yaitu, ‘B’, ‘No Matter the Wreckage’, dan ‘The Type’. Di tahun 2018 ini, buku keempatnya yang berjudul ‘All Our Wild Wonder’ akan segera dirilis. Melalui spoken word, Sarah membacakan puisi dengan gaya bercerita yang merupakan wujud dari eksplorasi dunia seni. Sarah juga merupakan founder dan co-director dari Project V.O.I.C.E yang merupakan sebuah platform yang didedikasikan untuk spoken word sebagai bentuk edukasi dan inspirasi.

 

Anya Rompas

Sukses dengan buku kumpulan puisi berjudul ‘Kota Ini Kembang’, Gratiagusti Chananya Rompas, atau yang akrab disapa dengan Anya Rompas, kembali meramaikan jagad puisi Indonesia dengan  kumpulan puisi terbarunya yang berjudul ‘Non Spesifik’ di tahun 2017. Melalui puisinya, Anya menampilkan kompleksitas jiwa manusia dalam merespon kehidupan sehari-hari. Anya terkenal akan perangai sajak-sajaknya yang merongrong ketenangan dan ketentraman jiwa.

 

Aan Mansyur

Kata-kata bijak yang mampu memotivasi serta kata-kata mutiara yang menyejukan hati merupakan makanan sehari-hari dari sastrawan asal Indonesia, Aan Mansyur. Beberapa buku karya Aan Mansyur yang wajib kamu baca diantaranya adalah ‘Cinta yang Marah’, ‘Melihat Api Bekerja’, ‘Sebelum Sendiri’, dan ‘Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi’. Namanya pun kian berkibar saat Aan Mansyur menulis puisi untuk film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang sukses membuat perasaan jutaan orang Indonesia terenyuh.