souljah-hivi

By Alfian Putra on December 15, 2017

Minggu-minggu yang basah di bulan Desember. Sesuai dengan perkiraan yang dirilis oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang curah hujan yang mencapai puncak pada Desember 2017 dan akan berlangsung hingga Februari 2018.

Merujuk analisis November Dasarian II dari BMKG, sebanyak 61% atau sebanyak 209 zona wilayah Indonesia akan mengalami musim hujan. Salah satunya Pulau Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Kondisi yang basah seperti ini kadang dikutuk oleh beberapa orang yang merasa bahwa aktivitasnya terhambat. Tapi ada juga yang merasa bahagia dan cenderung damai dengan datangnya hujan. Kalau kamu termasuk yang terakhir itu, berarti kamu bisa dikatakan sebagai Pluviophile yakni orang yang merasa bahagia dan damai ketika hujan tiba.

Memang sudah sepatutnya setiap butir air yang turun kita syukuri dan nikmati. Bagaimanapun alam jauh lebih sakti ketimbang manusia. Jadi dari pada dikutuk, mending cari alternatif cara yang bisa membuat kita merasa nyaman dalam kondisi hujan. Seperti menghangatkan diri di kamar sambil berkontemplatif, melakukan hal yang bisa mendukung otak kanan, atau diam sambil menyimak musik bagus.

Untuk yang terakhir, ada beberapa band atau solois berikut ini yang bisa kalian jadikan teman dalam menikmati butir hujan turun.

  1. Marigold – Tension

Di buka dengan piano yang disambut langsung oleh bass section yang menarik. Single terbaru dari unit pop asal Malang satu ini, hadir sebagai anti-dote dari rutinitas dan problematika kehidupan yang mendera seseorang.

Kalau kata salah satu personilnya, Ivan, “Sebagai manusia, kalian berhak untuk beristirahat sejenak. Lagu ini penting banget buat kita dan juga semua orang yang merasakan keresahan yang sama untuk take a break sejenak dan setelah itu memulai hal baru.”

  1. Semenjana – Jakarta

Siapapun yang mencari kehidupan di Ibu Kota Jakarta, raanya perlu mendengar single dari unit pop/folk Jakarta satu ini. Ibu Kota memang pilu, ada banyak alasan kita bisa membencinya. Mulai dari kemacetan, panas, atau lingkar kompetisi industrinya yang nyaris mencekik. Tapi tak banyak dari kita yang berani untuk decide keluar dan lepas dari sana. Alih-alih kita hanya bisa bertahan sambil terus menghujat. Lalu Semenjana hadir dengan “Jakarta”, mencoba mengajak kita untuk berdamai pada Jakarta.

  1. Souljah – Bebas Bebas Aja

Disajikan dengan padanan lirik dan tema yang ringan. Namun dibalut komposisi musik yang catchy ala pop-reggae Souljah, memberikan keriangan saat mendengarnya. Ditambah sumbangan karakter vokal dari Neida dan Ilham HiVi!, yang menjadikan single terbaru Souljah untuk album kelimanya ini menjadi menarik di simak.

“Kalau jatuh cinta.. Bebas-bebas aja‚Ķ”

  1. Elegi – Rindu Yang Kita Tangisi

Kalau lagu sebelumnya begitu kasmaran, yang ini sedikit melankolia. Hujan dan ragam memori asmara yang datang, itu berarti waktu yang tepat untuk berkontemplatif. Elegi dengan “Rindu Yang Kita Tangisi” nya seperti mendukung hal-hal tersebut untuk terwujud dalam aktivitas menikmati hujan kalian. Di dominasi dengan strings section, Elegi siap mengantarkan kalian ke momentum paling dalam dalam diri kalian sendiri.

    1. Bedchamber – Out of Line
      Kuartet indie pop Jakarta, Bedchamber akan memberikan satu suntikan energi agar diri kalian tidak terlalu bermalas-malasan di kala hujan tiba. Dengan tempo drum enerjik dan riff gitar yang enerjik, akan merangsang tubuh untuk bergerak. Nuansa meruang yangmereka bangun, akan menjaga keintiman kalian dalam hujan.

  1. The Knife Club – Downstairs in a Maze

Sebagai pamungkas, The Knife Club akan merampung semua yang telah di simak sejak awal. Empat lagu teratas yang bercorak pop, akan diakhiri oleh satu band bernuansa rock.

The Knife Club adalah supergroup yang dihuni oleh beberapa nama yang tak asing lagi di scene independen tanah air, seperti Andi Hans (C’mon Lennon, Seaside, Pandai Besi), Haikal Azizi (Bin Idris, Sigmun), Billy Saleh (Polka Wars), Jodi Setiawan (Peonies), Asad Gibran (Kaveh Kanes), Hendy Yudhistira (Morsecode), Much Rifqi (Moiss), Theo Nugraham Ricardo Taufano (Secret Meadow), Dylan Amario (Logic Lost), Ababil Ashari (Shortand Phonetics), dan diprakasai oleh Marcel Thee dari Sajama Cut. Bersama-sama mereka mencoba menghidupkan kembali sejarah panjang antara rock dan jazz.