Untitled-1

By Nandya Gita on December 28, 2017

Inilah 10 TV series terbaik di tahun ini versi NYLON yang tidak boleh kamu lewatkan.

Sinema layar lebar dan serial TV bisa dikatakan telah menjadi salah satu media yang efektif dalam menyampaikan sebuah pesan melalui pembentukan karakter dan storytelling.

Berbeda dengan film yang memiliki durasi waktu cepat, ketika menonton TV series, waktu yang kamu habiskan untuk menonton akan jauh lebih lama. Dengan waktu yang lebih lama, kamu memiliki waktu untuk mengenal karakter-karakternya beserta konflik yang terjadi. Tidak jarang juga penonton menjadi attached pada karakter dan jalan cerita yang ada di TV series sehingga tidak keberatan mengikuti dan menunggu tiap episode hingga bermusim-musim lamanya.

Di tahun 2017 ini banyak serial TV yang rilis, baik yang baru maupun yang melanjutkan musim sebelumnya. Berikut 10 TV series terbaik versi NYLON di tahun 2017. Has your favorite made the list?

 

The Handmaid’s Tale (Hulu, 2017-present)

Faithful

Diadaptasi dari novel karya Margaret Atwood yang berjudul sama, The Handmaid’s Tale mengisahkan tentang masyarakat teokrasi di masa depan, dimana kebebasan tidak ada lagi, teknologi dan ilmu pengetahuan lenyap digantikan ayat-ayat dari kitab suci, dan perempuan kembali tidak memiliki hak apapun di masyarakat. Diperankan oleh Elisabeth Moss, this show hits too close to home. Absolutely chilling.

 

Big Little Lies (HBO, 2017-present)

2

Jelas sekali kalau Big Little Lies menjadi salah satu serial TV terbaik tahun ini. selain menggandeng jajaran artis dengan nama mentereng seperti Nicole Kidman, Reese Witherspoon, Shailene Woodley, dan Laura Dern, Big Little Lies menawarkan sebuah drama yang penuh intrik masyarakat dengan unsur komedi yang dibalut dalam cinematography yang indah.

 

Master of None (Netflix, 2015-present)

3

The fact that Aziz Anzari can bring up sensitive religious, racial, and other important issues in one series that still make us feel good watching it is why we’re obsessed with Master of None. Setelah sukses membius penonton pada season 1, Aziz Anzari sebagai kreator dari Master of None kembali mengangkat isu-isu sensitif yang terjadi pada masyarakat sosial dengan penyampaian yang santai dan berkarisma di musim ke-2 ini. Setiap episode yang di­-shoot secara sinematis meninggalkan kesan yang dalam dan membuat kita merenung sendiri. A precious and rare gem, indeed.

 

American Vandal (Netflix, 2017-present)

4

Original series terbaru dari Netflix ini telah menggaet banyak penonton lewat 8 episode pada season perdananya. Serial komedi satir ini menceritakan kisah seorang siswa yang dituduh atas aksi vandalisme terhadap 27 mobil milik guru di sekolahnya. Dikemas dalam true crime-styled mockumentary, American Vandal memiliki pesan yang cukup menarik serta akting ditambah sinematografi yang bagus.

 

The Good Place (NBC, 2016-present)

5

Kehidupan setelah kematian masih menjadi misteri bagi semua orang. Apakah konsep surge dan neraka benar-benar ada seperti yang digambarkan selama ini? Hal inilah yang berusaha Mike Schur (Parks and Rec, Brooklyn Nine-Nine) jawab melalu serial komedi The Good Place. Dipenuhi philosophical jokes, food puns, dan potret kehidupan Artificial Intelligence, The Good Place is a must watch.

 

Mindhunter (Netflix, 2017-present)

6

Bagi penggemar serial detektif semacam Criminal Minds dan serial dengan tema pembunuh berantai seperti Hannibal, kamu bisa mendapatkan keduanya lewat Mindhunter. Disutradarai oleh David Fincher, menonton Mindhunter seperti kuliah jurusan kriminologi. Dari episode pertama, penonton sudah dijejali oleh informasi tentang psikologi dan sosiologi dengan bahasa keilmuan. Tak ada visualisasi gore tidak lantas membuat Mindhunter membosankan. Penonton dipaksa untuk langsung membayangkan kengerian tersebut dengan imajinasi masing-masing.

 

Stranger Things (Netflix, 2016-present)

7

Di musim penayangannya yang ke-2 ini, Stranger Things terasa lebih percaya diri dengan kualitas sendiri. Hal tersebut terasa pada pengurangan referensi film khas 80an yang sebelumnya sangat kentara dari 8 episode musim pertama. Selain itu, serial besutan Duffer bersaudara ini terasa lebih gelap seiring semakin dewasa dan berkembangnya para karakter. This series definitely continues to leave us wanting more after its conclusion!

 

Insecure (HBO, 2016-present)

8

Serial ini memberikan gambaran tentang kehidupan lajang dua wantia dalam menghadapi insecurity mereka masing-masing, sambil menavigasi berbagai isu modern yang relevan. Diselingi dengan kekonyolan rap monolog dan fantasi dari Issa Rae, Insecure berusaha untuk tetap otentik dan mendalam dalam menggali permasalahan dan pengalaman seorang perempuan African-American di usia 20an.

 

Search Party (TBS, 2016-present)

9

Dibintangi oleh Alia Shawkat sebagai Dory, serial ini menceritakan tentang perjalanan Dory dan ketiga temannya untuk menemukan teman kampusnya yang hilang. Kisah yang awalnya dimulai dengan niat sederhana berubah menjadi kisah misteri dengan sentuhan dark comedy dan plot twist yang menghibur.

 

GLOW (Netflix, 2017-present)

10

GLOW  berkisah seputar kehidupan pribadi dan profesional sekelompok wanita yang bergabung di sebuah liga gulat wanita era 1980-an yang berlatar di Los Angeles. Sebuah dokumenter yang dirilis di tahun 2012 berjudul ‘GLOW: The Story of the Gorgeous Ladies of Wrestling’ menjadi inspirasi dari kemunculan serial drama komedi ini. Serunya kisah para wanita belajar gulat, ditambah bumbu-bumbu permasalahan sosial, serta wardrobe dan soundtrack yang on point, adalah alasan kenapa serial ini menjadi booming.