5 underrated korean indie musicians copy222

By Nandya Gita on December 11, 2017

Because Korean music is not just about K-Pop.

Korea Selatan memang kaya akan budayanya yang unik dan beragam. Salah satu yang mewabah adalah dari industri musik, dengan hadirnya musik K-pop yang mendunia. Tapi tahukah kamu bahwa tak hanya musik K-pop saja yang enak di dengar? Banyak jenis musik dari Korea yang harus kamu ketahui, salah satunya adalah K-indie. Bagi para pecinta musik indie, berikut 5 rekomendasi musisi indie Korea yang patut didengar lagu-lagunya.

 

  1. SOMA

soma-somablu

A voice as deep and blue as the ocean. Mungkin itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan alternative singer-songwriter SOMA. Liriknya yang menceritakan tentang ego, love, and breakup dipadukan dengan karakter vokal yang unik, berhasil membuat banyak penggemar K-indie jatuh cinta pada musiknya. Sejauh ini SOMA sudah mengeluarkan EP bertajuk ‘Somablu’ dan mini album ‘The Letter’. Tak hanya menulis, mengkomposisi, dan memproduksi lagu-lagunya sendiri, SOMA juga terlibat dalam mendesain cover albumnya.

 

  1. Rad Museum

rad museum

Musik yang ditawarkan Rad Museum adalah musik yang dapat menemani mu bersantai maupun berdansa. Tergabung dengan Club Eskimo, label dan hip hop crew yang juga menaungi DEAN, Rad Museum baru saja merilis EP pertamanya yang berjudul Scene. Selain memproduksi albumnya sendiri, Rad Museum juga mengajak beberapa musisi untuk berkolaborasi seperti Colde, punchnello, MISO, dan DEAN. It’s a perfect album for your summer road trip!

 

  1. Jvcki Wai

jcki wai

Rapper Jvcki Wai (baca: Jacky Y) mengawali karirnya di industri musik saat berusia 18 tahun, dimana ia memenangkan kompetisi female rapper yang diadakan oleh ‘GALmighty’. Tiga tahun kemudian, ia merilis album perdananya berjudul ‘Exposure’. Gaya musik Jvcki Wai mungkin akan mengingatkan mu pada Grimes yang bermain dengan instrumen dan suara melengking yang dapat mengajak pendengarnya bergoyang.

 

  1. The Black Skirts

the black skrits

The Black Skirts sebenarnya adalah one man band yang digawangi oleh singer/songwriter/guitarist/bassist/keyboardist Jo Hyu-il. Sudah bermusik sejak tahun 2004, Jo Hyu-il yang sempat tinggal di US saat berusia 12 tahun ini pernah mendirikan punk rock band bernama Castel Prayon. Setelah kembali ke Korea, di tahun 2008, Jo Hyu-il merilis album pertamanya ‘201’ dibawah nama The Black Skirts. Setelah mengalami perpindahan dari label ke label, The Black Skirts kini berada dalam naungan label musik indie HIGHGRND milik rapper Tablo. Yang membuat The Black Skirts dicintai adalah karakter vokal Jo Hyu-il yang romantis.

 

  1. millic

millic

There are a lot of electronic artists and a lot of musicians who use R&B as the base of their music. And millic is a combination of both. Berada dalam label yang sama dengan The Black Skirts, HIGHGRND, millic baru saja merilis album perdananya yang berjudul ‘Vida’. Pada albumnya tersebut, millic menggaet beberapa musisi keren seperti Ta-Ku, Club Eskimo, dan Fanxy Child untuk berkolaborasi. Musiknya yang laid-back dan melodic, cocok didengarkan dalam beragam suasana.