Konji (Arya Vasco), Suki (Lutesha),  Orly (Alexandra Kosasie), dan Zeke (Bryan Langelo) cast My Generation. Foto: Edwin.

By Alfian Putra on November 21, 2017

Akhirnya Layar Lebar

Setelah melewati proses syuting selama 32 hari, Arya Vasco, Bryan Langelo, Alexandra Kosasie, dan Lutesha belum sempat melihat hasil acting mereka seperti apa. Praktis mereka hanya menduga saja sampai ketika pemutaran perdana film My Generation digelar di Jakarta. Perasaan antara terkejut dan penasaran pun menjadi satu.

“Aku merasa di luar ekspektasi,” ujar Lutesha yang memerankan karakter Suki, ketika di wawancarai di bilangan Senopati, Jakarta Selatan pada Jumat (10/11) lalu, “jadinya keren banget ternyata. Soalnya ditambah soundtrack, scoring, toning,etc. Itu bagus banget.”

Arya Vasco yang berperan sebagai Konji justru awalnya sempat tidak percaya bahwa yang dilihatnya di layar lebar adalah dirinya sendiri. “Biasanyakan ke bioskop itu untuk nonton film orang. Hal kayak gitu biasa saja. Sekarang aku lihat diri sendiri, merasa aneh. Dan nggak nyangka filmnya sebagus itu.”

Alhasil debut film tersebut bagi mereka menjadi sebuah kebanggaan. Walaupun setelah dicermati lagi, mereka merasa belum optimal dalam aktingnya. Hal yang mereka anggap biasa dalam setiap membuat karya, tak terkecuali di film saja.

“Kayaknya semua actor, bahkan sutradarapun begitu deh. Ngggak pernah merasa puas,” ujar Lutesha.

Alexandra Kosasie atau Anda yang berperan sebagai Orly pun mengiyakan pernyataan lawan mainnya itu. Setidaknya menurut Anda, “kita sudah melakukan  yang terbaik yang kita bisa.”

 

Respon Debut Film

Bukan hanya mereka berempat yang merasakan takjub. Orang-orang terdekat mereka pun merasakan hal yang kurang lebih sama. Seperti adiknya Anda yang merasa bangga melihat kakaknya ada di layar lebar.

“Dia malah nangis. Bangga banget katanya,” ujar Anda.

Begitu juga dengan mama dan kakak dari Bryan Langelo yang berperan sebagai Zeke. “Kata mereka acting aku dan teman-teman bagus,” ujar pria yang menyukai games, “sayangnya papa dan adik lagi di Kanada. Tapi mereka ingin sekali nonton filmnya.”

Alexandra Kosasie berperan sebagai Orly di My Generation film. Foto: Edwin. Alexandra Kosasie berperan sebagai Orly di My Generation film. Foto: Edwin.

Vasco lebih menceritakan mamanya yang kaget mendapati kenyataan pada putranya saat ini yang ternyata sudah menjadi bagian dari public figur. “Sebelum nonton aku dan mama keliling, banyak yang minta foto. Mama kaget anaknya diekspos public. Begitu juga adik aku, yang kaget melihat kakaknya di layar lebar.”

Sementara Lutesha sendiri belum sempat berbicara banyak dengan ibunya perihal film pertamanya itu, karena terpotong liburan setelah pemutaran perdana. “Kayaknya nyokap gua nangis juga deh,” celetuknya, “tapi komentar dari teman-teman sih yang kayak ‘te perasaan kemarin lu baru makan di kantin deh. Di Depok. Kenapa sekarang lo jadi artis yah ? Muncul di bioskop pula ?’.”

Selain respon dari keluarga, Bryan juga merasakan senang karena banyak yang setelah menonton My Generation langsung direct message dirinya. “Mereka merasakan related sama karakter filmnya,” kata Bryan.

Sejauh ini antusiasme penonton dalam bentuk respon setelah menonton menjadi motivasi tersendiri bagi mereka. Salah satunya ketika Bryan melihat ada penonton yang menangis saat film berlangsung, hal itu membuatnya bahagia.

“Aku lagi duduk samping Anda, terus ada scene yang emosional. Tiba-tiba di sampingku ada yang nangis. Itu membuatku jadi senang juga,” ujarnya.

Bryan Langelo sebagai Zeke dalam film My Generation. Foto: Edwin. Bryan Langelo sebagai Zeke dalam film My Generation. Foto: Edwin.

Lutesha coba menambahkan, “Perasaan paling puas tuh kalau nonton terus dengar suara orang nangis. Yes itu berhasil!”

Apalagi kalau yang nangis itu bisa sekaliber sineas macam Nia Dinata. Seperti cerita Vasco, “Kemarin Mbak Nia Dinata juga bilang kalau film My Generation ini, film remaja pertama yang membuat dia nangis.”

Bagi Anda sendiri, pada dasarnya semua respon itu menyenangkan. Namun ditimbang lagi, dia lebih senang dengan respon masyarakat di Bali. “Waktu di Bali kan kami mengundang teman-teman bule atau orang yang skeptis sama film Indonesia. Ternyata respon mereka positif,” ujar gadis yang juga menggeluti dunia modeling.

“Soalnya tujuan Mba Upi,” ujar Lutesha coba menambahkan, “untuk menggaet orang yang seperti itu (skeptis). Dan ternyata berhasil.”

 

Millenial Dalam Mata Millenial

My Generation menceritakan perjalanan empat remaja yakni Konji, Zeke, Orly dan Suki yang harus membatalkan rencana liburan ke Bali. Karena video berisi kritikan mereka terhadap keluarga, sekolah dan guru-guru mendadak viral dan menjadi masalah baru yang sebelumnya tidak pernah terprediksi.

Konji (Arya Vasco), Suki (Lutesha),  Orly (Alexandra Kosasie), dan Zeke (Bryan Langelo) cast My Generation. Foto: Edwin. Konji (Arya Vasco), Suki (Lutesha), Orly (Alexandra Kosasie), dan Zeke (Bryan Langelo) cast My Generation. Foto: Edwin.

Keempat remaja tersebut tampil dengan rasa keingintahuannya yang tinggi akan masing-masing soal. Serta hasrat mengkritisi yang kemudian melingkari ruang pikir mereka. Begitulah sosok Vasco, Bryan, Anda dan Lutesha dalam film garapan Upi.

Dalam kehidupan nyatanya tak berbeda jauh. Mereka tetap tak sepakat pada beberapa hal di kehidupan. Seperti Vasco yang merasa konsep belajar satu arah sudah tidak lagi relevan.

“Aku nggak setuju dengan system belajar di mana satu guru berdiri di depan dan muridnya duduk, satu persatu. Sementara teknologi sudah maju pesat 50 tahun terakhir. Tapi sudah 200 tahun, system belajarnya masih begitu,” tegas pria yang sebentar lagi lulus SMA.

Kalau Lutesha merasakan kurang suka dengan pilihan jurusan yang sedikit di Sekolah Menengah Atas. “Khususnya SMA Negeri yah, kayak ada jurusan IPA, IPS. Misalkan kita maunya seni, teknik lingkungan. Masuknya di mana ?”

Mereka juga tidak sepakat pada stereotipe yang mengungkung generasi millennial yang selalu dianggap pemalas dan terpengaruh gadget. Bagi mereka itu hanya persoalan adaptasi saja.

Lutesha sebagai Suki. Foto: Edwin. Lutesha sebagai Suki. Foto: Edwin.

“Karena sekarang mau apa-apa, bahkan kerjapun di laptop. Di mobilpun bisa kerja,” tegas Bryan.

“Generasi apa yang bisa menghasilkan uang dari rumah ? Ya generasi kita,” sambung Lutesha, “jadi youtuber, vlogger. Dapat paid promote, endorsement, etc. Mumpung ada medianya, yaa kita jadikan uang. Kita cuma memaksimalkan penggunaan youtube atau instagram. Yang mungkin dilihat oleh generasi baby boomers, ‘apa sih youtube, vlogger pemalas banget’. Tapi memproduksi konten itu susah banget loh.”

“Kita dibilang malas karena asyik dengan gadget. Tapi itu cara kita beradaptasi dengan teknologi yang telah diberikan pada kita,” tukas Vasco.

Setelah My Generation  dirilis ke khalayak luas pertanggal 09 November kemarin. Secara otomatis mereka harus kembali ke rutinitas hariannya. Mbak Anda kembali ke London untuk melanjutkan studinya. Bryan melukis dan sesekali belajar membuat games sendiri. Lutesha memantapkan karir modelingnya dan menjadi junior graphic designer. Lalu Vasco berjuang dilevel terakhir Sekolah Menengah Atasnya. Sementara untuk urusan karir di dunia filmnya mereka biarkan mengalir saja.

Arya Vasco sebagai Konji. Foto: Edwin. Arya Vasco sebagai Konji. Foto: Edwin.

Go with the flow. Kalau ada tawaran film yang skrip dan sutradaranya bagus. Aku ambil,” ujar Lutesha, “harus rajin casting juga. Untuk mengasah skil.” Yang diamini yang lainnya kecuali Vasco.

“Aku lulus sekolah dulu. Baru mikir (ke depannya),” tandasnya.