N-08-758x1024

By Alfian Putra on October 24, 2017

Dalam album terbarunya, Naif mencoba hal yang 22 tahun silam pernah mereka lakukan.
naif 7bidadari cover

Wajah musik Naif berubah ketika 2011 lalu merilis Planet Cinta, yang berbeda dari apa yang mereka tampilkan sebelumnya. Kendati trek macam “Karena Kamu Cuma Satu” mendapatkan ruang di hati Kawan Naif -penggemar Naif.

Pada usia mereka yang menjejaki 22 tahun. Naif mencoba kembali ke titik awal dengan merilis album terbaru bertajuk 7 Bidadari pada Minggu(22/10) kemarin.

“Kami coba menciptakan ulang momen dulu. Rasanya bagaimana sih saat awal-awal bikin lagu ? Tapi pasti nggak bakal bisa sama kayak dulu,” ujar drummer Pepeng.

Album terbaru yang di garap bareng engineer Sony Soebowo, terdengar jauh lebih riang dan ringan. Seperti debut album mereka yang rilis pada 1998.

“Suasana album ini jauh lebih kondusif dibanding Planet Cinta. Secara internal jauh lebih kondusif, nggak ada beban sama sekali,” kata bassis Emil.

Gitaris Jarwo melanjutkan, “Ini album yang sedang asyik lagi. Eksplorasi ke zaman dulunya Naif, jadi bikin lagunya bareng-bareng lagi, garapnya bareng-bareng lagi.”

Single “7 Bidadari” dilepas paling awal sebagai perkenalan album kuartet pop Jakarta tersebut. Bernuansa folklore, terinspirasi oleh cerita rakyat Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari. Membuatr fantasi lagu ini terasa dekat sekali dengan pendengar.

Mendapat sentuhan string section garapan Oni Krisnerwinto dan Sa’Unine yang memang sering bekerja sama dengan Naif. Membuat lagu-lagu di album ini terasa megah, meski terkonsep sederhana. Serta kesetiaan Krisna Prameswara sebagai keyboardis di panggung, juga perlu diperhitungkan atas kontribusinya menyajikan suara piano, synthesizer di beberapa lagu di album ini.

“Mungkin bagi yang suka dengar Naif dari dulu bisa merasakan atmosfernya kembali lagi kayak begitu,” kata Jarwo. “Istilahnya kembali ke fitrahnya,” pungkas David Bayu, vokalis Naif.