PRT22

By Vinny Vindiani on October 21, 2017

Here’s the local scare dare’s scary list for this weekend! Remember, no eyes closed.

prt2

It’s getting closer to the end of the month, to the day we’re all so excited of. Melengkapi hari-hari menuju Halloween dan melanjutkan local scare dare part.1 yang sudah kami rilis minggu lalu, kali ini masih ada 6 film lagi yang bisa menemanimu menghabiskan weekend ini dengan nuansa horor khas lokal. Ingat, semakin lokal, semakin dekat, semakin seram!

 

  1. Keramat, 2009.

keramat_xlg

Mengambil tema footage behind-the-scene dari sekelompok muda-mudi yang sedang melakukan pre-shooting dari film “Menari di Atas Angin” yang akan mereka buat di kawasan Bantul, bukannya mendapat jalan yang mulus, sekelompok kru film ini malah harus malang bertualang di dunia lain. Diawali dengan potongan behind-the-scene perencanaan film, hingga moment-moment aneh saat sang aktris, Migi (Migi Parahita) mendadak jatuh sakit dan mulai melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak biasa, dari menyinden, hingga kerasukan. Kamera juga mulai menangkap moment creepy, dari suara gamelan, suara orang menangis hingga penampakan seorang wanita dengan baju ala Jawa. Terus mengalami keterpurukan, kru yang dipimpin Miea (Miea Kusuma) memutuskan membawa Migi ke paranormal yang menyatakan dirinya kerasukan roh Nyi Pramodawedani. Namun di malam hari Migi menghilang dan kini seluruh kru harus mencarinya hingga ke Pantai Parangtritis yang dianggap sebagai pintu menuju dunia roh, and things gets even darker.

Why should I watch: Menyadur banyak legenda lokal, pengambilan setting yang tidak biasa, serta narasi dan akting para aktris dan aktor yang raw namun terus membangun ketakutan kita akan apa yang mereka saksikan.

 

  1. Kuntilanak (The Chanting), 2006.

Kuntilanak-film-images-021c72a8-a040-4394-a56b-99035779071

Mengangkat legenda makhluk mistis yang digambarkan dengan sosok wanita berambut panjang, film ini menceritakan kehidupan Samantha/Sam (Julie Estelle) pasca meninggalmnya sang ibu dan gangguan dari ayah tirinya yang membuatnya memutuskan untuk menyewa kos di sebuah rumah yang ternyata bernuansa angker. Banyak cerita bergulir jika kos dengan pohon besar itu berhantu, serta misteri mengapa lantai 2 dari kos itu tidak boleh diakses siapapun. Diawali dengan obrolan soal pemilik kos, yaitu keluarga pemilik pabrik batik Mangkoedjiwo, hingga mitos kuntilanak yang bisa dipanggil dengan durmo atau nyanyain tertentu. Semakin hari semakin banyak kejadian aneh setelah Sam mendengarkan durmo, dari bagaimana satu persatu orang yang mengganggunya meninggal, hingga saat dimana Sam menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan memanggil kuntilanak yang membahayakan orang-orang di sekitarnya.

Why should I watch: It’s the urban legend we’ve all been so scared of, and those Javanese chants? Too creeeeepy.

 

  1. Pocong 2, 2006

f541b5a5b6c535c2b6821371cb824778

Sempat mengalami perombakan karena tidak diputarnya film Pocong, yang segera dilanjutkan dengan Pocong 2 yang berhasil di rilis di Indonesia, film ini cukup ikonik dengan membawa serta penampakan sosok pocong yang berhubungan langsung dengan prosesi pembungkusan jenazah manusia di agama Muslim. Menceritakan teror yang dialami Andin (Risty Tagor) di apartemen yang baru saja ditinggalinya. Penampakan pocong dan nuansa misterius selalu menghantui kehidupan mereka, hingga akhirnya sang kakak Maya (Revalina S.Temat) tidak tahan lagi dan memilih bantuan paranormal untuk membuka mata batinnya untuk mencegah celaka bagi sang adik yang mulai dilanda depresi, dan teror berpindah kepada Maya. Satu persatu misteri mulai terbuka ketika Maya menemukan bahwa ada kisah buruk dari kematian seorang wanita di kebakaran tidak wajar, yang menyebabkan seluruh kekacauan ini.

Why should I watch: Again, the appearance of another local ghost we wish we never met. Alur cerita yang terus terbangun dari awal hingga akhir, serta ketegangan, penampakan hantu serta twist mengejutkan, patut membuatmu menonton film yang satu ini.

 

  1. Pintu Terlarang, 2009.

Pintu-terlarang

Seorang pematung ternama, Gambir (Fachri Albar) dikenal dengan karya patung ibu hamilnya yang selalu terlihat hidup. Namun, kesuksesan dan keharmonisan keluarga Gambir dan istrinya, Talyda (Marsha Timothy) terusik dengan kenyataan bahwa Talyda dan sang ibu menjadi otak dibalik kekejian pemasukan janin di setiap patung buatan Gambir, serta kata-kata “tolong saya” yang terus menghantui kehidupan Gambir. Tenggelam dalam rasa frustasi, Gambir menemukan sebuah pintu terlarang, serta gedung Herosase yang menyimpan berbagai misteri yang terus menenggelamkannya dalam kebingungan. Dan dari sini semua menjadi serba twisted, and crazy hard to explain. Bersiap-siaplah memutar otak dan meresapi setiap alur cerita untuk mengerti pasti apa kisah utama dari film psychological thriller besutan Joko Anwar ini.

Why should I watch: The twisted, twisted story and the entire gory scene.

 

  1. Rumah Dara (Macabre), 2010.

MV5BMjE4MDU1MTg4Nl5BMl5BanBnXkFtZTgwMjI5NDE2MDE@._V1_-2

Legendaris sejak perilisan pertamnya di beberapa festival film internasional yang akhirnya dirilis di Indonesia di tahun 2010, film ini menceritakan sekelompok muda-mudi yang membantu seorang wanita yang dirampok untuk kembali ke rumah. Sebagai tanda terima kasih, Ladya (Julie Estelle) dan teman-temannya mendapat sambutan makan malam dari tuan rumah, Ibu Dara (Shareefa Danish), namun usai makan malam selesai, satu persatu mulai tidak sadarkan diri, dan sesaat mereka bangun, teror sudah menanti ajal mereka satu-persatu, khususnya dengan pimpinan keji ibu Dara dan keluarganya, Maya, Adam dan Armand yang haus akan darah dan daging manusia. Rumah Dara menjadi kelanjutan dari film pendek yang tergabung dalam film Takut: Faces of Fear yang juga dibesut oleh The Mo Brothers dengan judul “Dara”.

 Why should I watch: Kesadisan yang divisualkan dengan gamblang dan berkualitas baik, yang jarang terjadi di film-film lokal. You can expect a lot of blood and gory scene. And Shareefa Danish as the mother? Nailed it!

 

12.Takut: Faces of Fear, (2008).

takut-faces-of-fear_-the-mo-brothers_indonesia-2008_poster

Menjadi kompilasi 6 segmen film pendek bergenre horror dari 7 sutradara yang menjadi seatu antologi, film ini menawarkan ragam cerita horor yang sukses membangkitkan ketakutan tersendiri. Berawal dari segmen pertama “Show Unit” arahan Rako Prijanto yang menceritakan pasangan calon suami istri yang harus menghadapi hilangnya sang anak perempuan karena pembunuhan tanpa disengaja, berlanjut segmen kedua “Titisan Naya” arahan Riri Riza yang menceritakan teror yang dialami Naya sesaat dirinya acuh akan upacara cuci keris keramat adat tradisional kejawen di keluarganya. Lalu segmen ketiga, “Peeper” oleh Ray Nayoan yang menceritakan kebiasan buruk mengintip seorang pria yang memutuskan untuk menjalankan kebiasaannya itu sesaat setelah menonton pertunjukan wayang orang dengan penari bertubuh molek. Berlanjut di segmen keempat, “The List” arahan Robby Ertanto yang menceritakan balas dendam mantan kekasih dengan cara santet yang berujung lucu namun ironis. Sementara di segmen kelima, “The Rescue” arahan Raditya Sidharta menceritakan virus aneh yang menyebar di Jakarta dan menyebabkan korbannya menjadi ganas dan haus darah, misi penyelamatan sisa manusia yang belum terjangkit dilaksanakan, namun tidak semua bisa berjalan lancar. Di segmen terakhir, hadir “Dara” arahan The Mo Brothers yang menceritakan Dara, juru masak dan pemilik restoran mahal yang laku keras harus berhadapan dengan tiga pria yang tanpa sengaja datang secara hampir bersamaan kerumahnya dan menghancurkan rencananya, membunuh mereka satu persatu, untuk melengkapi stok freezernya.

Why should I watch: It serves you many different kinds of fears dari berbagai otak sutradara, penulis, ragam akting serta ragam genre horror. Salah satunya “Dara” yang mendapat sambutan terbaik dan mencikal-bakali film Rumah Dara dengan aktris yang sama.

 

Ready to watch’em all? Atau kurang seram? Spill out your favorite local scary movie, so we can watch it together!