Screen Shot 2017-10-09 at 4.03.14 PM

By Vinny Vindiani on October 10, 2017

Solid bond of Indonesia and UK di bidang budaya dan pendidikan terasa semakin erat dengan kehadiran UK/ID Festival 2017 bertema Come Together”.

Screen Shot 2017-10-09 at 4.03.14 PM

Mengobarkan semangat kegembiraan dan merayakan keberagaman manusia, budaya dan kreativitas. Indonesia bersama British Council, sebagai organisasi internasional asal Inggris yang selalu mengedepankan hubungan antarbudaya dengan ragam peluang pendidikan internasional terbuka untuk pemuda pemudi Indonesia mempersembahkan pagelaran UK/ID Festival 2017.

Segera digelar pada 17-22 Oktober 2017 di The Establishment, SCBD, Jakarta, UK/ID Festival 2017 turut mengikutsertakan 32 organisasi seni dan seniman Indonesia, serta 22 seniman asal Inggris untuk mewujudkan kolaborasi budaya, serta mempererat jalinan persahabatan antara Indonesia dengan Inggris.

Mengangkat tema “Come Together”, acara yang menjadi bagian dari program tiga tahun UK/ID 2016-2018 yang bermula sejak kunjungan presiden Jokowi ke Inggris pada April 2016 silam bertujuan untuk memperlihatkan esensi komunikasi dari beragam latar belakang, merayakan keberagaman manusia, kebudayaan serta mengangkat potensi kreatif dari kaum disabilitas.

“Festival ini diisi oleh semangat kegembiraan dari Inggris dan Indonesia: sebuah perayaan akan hal-hal yang menakjubkan yang dapat terjadi ketika orang-orang berbakat dari asal-usul yang sangat berbeda berkumpul untuk berbagi gagasan dan kreativitas,” ungkap Paul Smith OBE, Country Director, British Council di Indonesia.

Screen Shot 2017-10-09 at 4.00.05 PM

Acara yang sudah berjalan untuk kedua kalinya ini juga akan dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan seru dari music performance, movie screening, seni pertunjukan, visual and installation exhibition, talk show hingga lokakarya dan diskusi panel. Sebagai contoh dan sebagai pembuka festival, kamu bisa menikmati pemutaran perdana film “English is Mine” yang disebut-sebut sebagai film yang mengungkap sisi kehidupan sosok ikonik Morrissey before The Smiths, musical collaboration performance dari Neonomora dan musisi electronic asal London, Chloe Martini.

Masih ada Live Score Films: Alfred Hitchcock’s The Lodger oleh Sjuman School of Music, George Clark’s A Distant Echo oleh Hanyaterra, sebagai grup rock asal Jatiwangi dimana George melakukan program residensi UK/ID, Frequency Factory volume 13, Northern Disco Light dan Double Deer, performance dari Dan Croll by Ismaya Live, serta penutupan festival oleh VICE Indonesia bersama grime MC Afrikan Boy, live performance oleh Direct Action oleh Thomas Bullock (Rug n Tug) serta DJ Paranoid London.

Bila keterlibatan lebih dari 20 seniman Inggris dan Indonesia saja sudah memberikan gaung, ide kreatif, pembelajaran, peluang dan kolaborasi menarik di festival tahun lalu, with more people involved this year, imagine how awesome and diverse the festival going to be. It will be 6 days full of happiness and inspirations!

Jadwal lengkap bisa kamu temukan di website http://www.britishcouncil.id/uk-indonesia-2016-18 so please come and be inspired!