Honne 07

By Alexander Kusuma Praja on March 13, 2017

Berdekatan dengan Hari Musik Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Maret lalu, BSO Band Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia kembali mengadakan their annual music event, Music Gallery pada hari Sabtu, 11 Maret 2017 di Kuningan City Ballroom, Jakarta. Di tahun ketujuhnya ini, Music Gallery mengangkat tema “Urban” untuk menggambarkan keselarasan antara musik, seni, dan festival, dan hal itu memang berhasil diperlihatkan dalam 7th Music Gallery yang tak hanya menghadirkan deretan band indie keren dari Jakarta, Bekasi, Bandung, dan satu band internasional tapi juga berbagai aktivitas seru di berbagai sudut venue yang terlihat artsy dengan banyaknya mural dan poster.

Dibuka dari jam dua siang, 7th Music Gallery terbagi dalam dua stage. Intimate Stage yang terletak di parking area memang jauh lebih kecil bila dibandingkan Main Stage yang terdapat di dalam Ballroom, namun bukan berarti stage ini bisa dilewatkan begitu saja. Dari mulai band pendatang baru seperti Layung Temaram, Gizpel, Ikkubaru sampai band-band yang lebih senior seperti Ballads of the Cliché, Hollywood Nobody, Polka Wars, Goodnight Electric, dan Seringai menyajikan penampilan atraktif dan intim yang mengingatkan kita pada era kejayaan pensi. Menjelang sunset, lokasi venue yang diadakan di parking area P6 dan P7 Kuningan City juga menghadirkan vibes yang asik dengan backdrop semburat senja dan cityscape pencakar langit Jakarta yang sangat Instagramable.

Masuk ke Main Stage yang memang lebih nyaman dengan karpet berlantai dan pendingin udara, kita bisa menikmati penampilan dari Anindra & Giovanni, MPQ (band pemenang UIMF), Rebelsuns, Peonies, Bin Idris, dan Bedchamber yang berbagi panggung dengan band-band sekelas The Trees & The Wild dan Stars and Rabbit yang performanya memang telah teruji tak hanya di Indonesia tapi juga festival-festival musik internasional. Mengikuti tradisi yang telah berjalan dari dua tahun sebelumnya, Music Gallery juga menghadirkan bintang tamu band internasional. Jika sebelumnya mereka berhasil mengajak Tahiti 80, Panama, dan Last Dinosaurs untuk tampil, tahun ini mereka memboyong duo electronic soul asal London, Honne, sebagai headliner.

Menunggu Honne tampil, area ballroom menjadi semakin penuh hingga susah bergerak dan nyaris tidak ada udara, but it’s worth to wait. Membawakan deretan hits seperti “Warm on a Cold Night”, “Someone That Loves You”, dan “Treat You Right”, kita seakan lupa dengan keadaan sekitar dan larut dibuai musik racikan James Hatcher & Andy Clutterbuck yang sensual. Didukung oleh sound system yang memadai, Honne tampil impresif di hadapan full house crowd dalam penampilan perdana mereka di Indonesia ini. Sayangnya, video screen di kedua sisi panggung tidak menayangkan penampilan mereka secara close-up sehingga penonton di barisan belakang harus pasrah menonton di balik sela-sela penonton lainnya. But that problem aside, it was a great music festival with cool lineup and nice venue. Untuk selanjutnya kami pun berharap Music Gallery bisa terus menghadirkan lebih banyak international lineup dan tentunya, band-band lokal yang tidak kalah kerennya. Oleh: Alexander Kusuma Praja. Fotografi oleh: Melina Anggraini.