laras sekar arum

By Vinny Vindiani on March 2, 2017

Baru saja mendaratkan international modeling career dengan bergabung bersama modeling agency, Ford Paris dan segera mendapatkan kesempatan untuk memperagakan dua look di show Saint Laurent, Paris Fashion Week, Laras Sekar Arum, It model yang sempat masuk dalam NYLON It List 2016 ini has just getting started!

Teringat jelas bagaimana pertama kali kami melihat sosoknya yang menarik, dengan wajah yang sangat Indonesia dan keahliannya dalam berpose di depan kamera, kami yakin model yang kini berada di bawah naungan NATIVEMODELS.ID ini bisa meraih prestasi lebih di dunia yang ia jalani sejak pertama kali mengikuti model search di kota kelahirannya, Balikpapan. And we have no other excuse, kecuali memasukannya dalam deretan It list kami dan mengenalnya lebih dekat. Berikut ini percakapan kami dengan pemilik akun Instagram @larasekar pada bulan Oktober kemarin.

larassekar2

“Have courage to continue my modeling career and go to Jakarta in my own way and try not to listen to people who always underestimate me,” ungkap model kelahiran Balikpapan, 15 Desember 1997 dalam usahanya menggapai impiannya sebagai model.

Berawal dari model search di kota kelahirannya hingga kesempatan casting di sebuah agensi model Jakarta saat berusia 17 tahun, Laras sempat merasakan sulitnya meyakinkan kedua orangtuanya untuk karier impiannya, serta pengorbanan seperti bekerja antar Jakarta-Balikpapan hingga akhirnya mantap memutuskan kepindahannya ke Jakarta setelah lulus SMA for a fresh start and bigger chances. Perempuan yang mengidolakan desainer TOTON dengan kecerdikannya merangkai budaya Indonesia dalam tampilan modern ini kini mengisi sebagian besar harinya dengan modeling gigs dan kesibukan perkuliahannya, Tidak ingin berhenti disitu, model yang menjadikan sang ayah sebagai inspirasi hidupnya ini juga punya ketertarikan di dunia kuliner yaitu lewat cita-citanya mempelajari lebih dalam soal pastry, especially since she loves sweet food serta yang tidak disangka-sangka, teknik menyulam, “some people take a look at me and always thought I did not eat because my body is so skinny, while in fact, I’m completely and totally obsessed with food.” 

 

Moment apa yang membuatmu yakin untuk berkarier sebagai model?

Saat aku menjadi dalam models-handbook.com dan sempat dihubungi langsung oleh Elite Paris karena mereka tertarik kepadaku, walaupun aku tidak jadi pergi ke Paris karena tinggiku kurang sedikit, tapi setidaknya ini pengalaman yang meyakinkan buatku untuk berkarir sebagai model, karena di lirik dan dihubungi langsung oleh Elite World.

 

How do you describe your personal style & favorite fashion piece?

Smart, strong, feminine. My favorite fashion piece is shoes.

 

Apa project pertamamu sebagai model, and how was it?

Project pertamaku sebagai model saat itu adalah foto campaign untuk Litany fall-winter 2015, salah satu handmade jewelry di Jakarta. That was fun and I am glad to meet some new people, it was an unforgettable moment.

 

Apa hal yang paling menantang bagimu sebagai seorang model?

Ketika saya demam tinggi dan di hari yang sama harus menjalani 2 photoshoot di tempat berbeda, di pagi hari photoshoot untuk campaign dan sesudahnya pada sore hari harus photoshoot untuk majalah. Terasa menyakitkan hingga saya sering tertidur beberapa kali dan gemetaran dengan demam tinggi, namun saya harus tetap melanjutkan pemotretan yang akhirnya selesai pada pukul 11 malam. I need to survive and I have to be professional.

 

How about days before you work as model?

Sebelum saya bekerja sebagai model, saya ingin melanjutkan pendidikan saya di sekolah memasak. Saya tertarik dengan kuliner hingga saya terus membantu ibu saya saat memasak sesuatu, saya tertarik karena saya sangat suka memasak dan membaca buku masakan, serta nasihat dari ibu saya, dimana nantinya setelah saya menyelesaikan pendidikan, saya dan ibu saya ingin membuka restoran atau kafe.

 

Apa sih pengaruh media sosial untuk kamu dan karier kamu?

Sangat besar dalam hal positif karena dengan media sosial lebih mudah untukku memperlihatkan my daily activity, branding, portofolio pekerjaan yang kulakukan, agar bisa dilihat oleh klien. Media sosial juga mempermudah dalam melihat referensi modeling dan mengetahui apa yang terjadi di fashion sekarang, yang terakhir juga memudahkan dalam berkomunikasi dengan orang-orang yang ingin mengajakku berkerja lewat message di media sosial tanpa harus tahu nomor telefon.

 

Kira-kira apa yang sedang kamu lakukan jika tidak ada media sosial saat ini?

Mungkin aku sedang “me time” untuk menenangkan, dan pergi berlibur/camping, mencari hal-hal menarik untuk mengeksplorasi hobi.

 

Future plan?

Salah satu rencana saya sebagai model, saya ingin menjangkau karier internasional. Saya tahu itu sulit, namun saya percaya dan selalu mencoba mengerahkan seluruh potensi saya. Rencana ke dua, saya ingin mempelajari embroidery dan ikut cooking class untuk meningkatkan talenta dan pengalaman. Yang ke tiga, saya ingin segera lulus dan memberikan yang terbaik untuk orang di sekitar saya. Untuk meraih tujuan ini, saya harus belajar dan bekerja keras serta memberikan yang terbaik.
Oleh:Vinny Vindiani. Fotografi: lukimages.