Untitled-1 copy

By webdev on February 1, 2017

DO IT, TRY IT: AN INTERVIEW WITH TRE

The title says it all. Tre, band indie asal bandung ini hadir bermodalkan talenta dalam menciptakan genre baru dengan menambahkan aliran electronic kedalam musiknya. They’re definitely bring their music to the next level. Oleh: Iki nurfadilah. Fotografi: Agita Dias.

 band-indie-bandung-tre

Tre, nama yang gampang diingat dan diucapkan. Berawal dari ketertarikan pada bidang musik sedari kecil, Arya bersama Hasbi
dan Panji berkeinginan untuk membentuk sebuah band agar dapat menyalurkan bakat mereka dalam bidang musik. Nama TRE yang diambil dari bahasa Icelandic ini memiliki arti yaitu “pohon”, dimana “pohon” dirasa dapat merepresentasikan TRE itu sendiri. Mengapa? Hal tersebut dikarenakan band asal Bandung ini terdiri dari personil yang memiliki selera musik dan influences yang masing-masing berbeda, tetapi bersama-sama tumbuh ke satu arah yang sama layaknya cabang dari pohon. Pertama dibentuk pada tahun 2012, TRE yang dahulu bergenre Post-Rock ini beranggotakan 6 orang personil dan merilis EP berjudul “Self Titled” di tahun 2012. Sayangnya, pada tahun 2013 TRE kehilangan dua personil termasuk Arya, dan mereka pun menggantinya dengan Syamsa. Kini, personil tetap dari TRE adalah Hasbi (vokal/gitar), Panji (bass), Kevin (gitar), Firdhan (drum), dan Syamsa (synth). Selain tampil dengan anggota baru, TRE pun lahir kembali dengan mengganti genre yang sebelumnya Post-Rock. A new thing from TRE, musik dari TRE sendiri kini lebih ke arah electronic dengan influences seperti M83, New Order, dan pure electronic disco seperti Breakbot. Genre baru dari TRE mulai diperkenalkan setelah merilis single di tahun 2015 yang berjudul “Skeptical” dan tahun ini TRE kembali berkarya dengan merilis berjudul “Hold”.

NEW SINGLE

Single terbaru kami yang berjudul “Hold” ini lebih menguatkan karakter baru dari TRE dan dengan tujuan untuk memperkenalkan TRE yang baru kepada para pendengar. Single baru “Hold” ini merupakan versi yang lebih matang dari single kami yang sebelumnya, “Skeptical”.

MEMORABLE GIG

AXElerate yang merupakan acara dari Axe Black Lab pada tahun
2015 kemarin di Empirica, Jakarta. AXElerate ini mengadakan rang- kaian acara di Bandung, Surabaya dan Yogyakarta untuk melakukan seleksi dan memilih band yang memiliki potensi. Berawal dari acara AXElerate di NuArt Sculpture Park, Bandung, kami mendaftarkan band kami. Setelah tampil di NuArt, TRE berhasil lolos seleksi dan menga- lahkan band-band dari berbagai
kota hingga akhirnya kami dipang- gil untuk tampil di Jakarta. Awalnya kami sempat berpikir apakah akan tampil dengan bagus karena tamu- tamu yang datang merupakan orang- orang penting dalam dunia musik. Ternyata setelah TRE tampil, TRE mendapat banyak pujian dan sangat dihargai. Lalu, acara tersebut sangat sukses, dimana sound dan ambience yang bagus, dan juga panitia yang profesional.

DREAM GIG

Tampil di festival besar di Indonesia, seperti We The Fest. Selain itu,
kami pun ingin tampil di festival dalam region yang lebih besar di Asia Tenggara, seperti Laneway di Singapura dan Summer Sonic di Jepang.

LISTEN THIS

Kami sangat amaze dengan para band lokal karena menurut kami mereka sangat keren, baik dalam hal performance, karier, dan juga fansnya. So, listen to these local bands. Telecaster oleh Maraha, Body Won’t Stop oleh Rock N Roll Ma a, Shadow of Sorrow oleh Burgerkill. And also, y’all should listen to these international artists. Dontcha oleh The Internet, Closer oleh Nine Inch Nails, Paranoid oleh Black Sabbath, dan I Follow You oleh Melody’s Echo Chamber.

NEW YEAR RESOLUTION

Make more music! Maka dari itu, future plan dari kami adalah men- gumpulkan materi untuk rekaman dan merilis album baru di awal tahun 2017.