omarrr

By Vinny Vindiani on February 21, 2017

“The Hearthrob”

 

- “Gue tipikal orang yang suka dengan tantangan, suka dengan hal baru, suka mencoba-coba, suka melawan arus dan jadi berbeda karena gue bangga jadi diri sendiri yang apa adanya. Gue keras kepala, ‘lil bit cuek, paling nggak suka di-compare atau disamain sama orang lain siapapun dia, kalau kata teman gue sih, tipikal Aries banget,” ungkap aktor yang dikenal lewat serial TV dengan rating tertinggi saat ini, Anugerah Cinta. Tidak pernah terpikir untuk berkarier sebagai aktor, Omar Daniel menceritakan bagaimana awalnya ia hanya menjalani kegiatannya sebagai mahasiswa, serta berbagai freelance dari jurnalis, fotografer, model, buzzer, narasumber, event organizer hingga organisasi kemanusiaan, sampai akhirnya datang tawaran dari sang kakak untuk mencoba peruntungannya di dunia entertainment.-

 

Awalnya ia memang sering menolak tawaran casting, karena ia sempat merasa tidak percaya diri. Namun bujukan dan pemikirannya untuk mencoba hal-hal baru dan mengisi waktunya dengan produktif akhirnya mengantarkannya pada sebuah casting iklan produk Android yang malah mendaratkannya sebuah job TVC-billboard dari provider seluler lokal dan tawaran-tawaran iklan, sinetron bahkan film. Tidak begitu saja memutuskan terjun ke bidang akting, penikmat karya musik John Mayer, Michael Buble, dan Frank Sinatra ini juga menceritakan bagaimana awalnya ia sadar dengan kemampuan aktingnya yang saat itu masih minim dan membuatnya ragu dalam mengambil berbagai kesempatan langka dari production houses yang tertarik dengan talentanya.

Namun, saran sosok yang kini menjadi managernya dan antusiasme PH (Sinemart) untuk menemui dan merekrutnya langsung, membuatnya rela terjun dan berusaha lebih baik, meski butuh waktu yang cukup panjang untuk benar-benar memantapkan pilihannya. “Prosesnya nggak secepat itu lho, proses mikir gue aja sampai 4 bulan, karena gue benar-benar nggak mau tadinya. 4 bulan itu gue pakai untuk minta saran dari teman dan keluarga, gue benar-benar mikir panjang soal tawaran ini karena gue tau risiko yang akan gue terima, karena gue tau hidup gue akan berubah hanya dengan 1x goresan tinta di surat perjanjian kerjasama,” ungkapnya sebelum akhirnya membuat deretan kebijakan, dari kontrak per judul, jam kerja yang wajar, penampilan yang tidak bisa diubah-ubah, hingga waktu kuliah dan personal time yang tidak bisa diganggu gugat. And fortunately, he had it all worked out!

Kariernya yang cepat meroket dan wajahnya yang kini mudah dikenali oleh masyarakat bahkan terkadang masih membuatnya kurang confidence, apalagi dengan pandangan sinetron lokal yang seringkali kurang mendidik, he knows exactly what he’s facing. “Gue sangat prihatin dengan tayangan pertelevisian di Indo yang sama sekali tidak mendidik bahkan malah membodohi masyarakat terutama generasi muda, gue tau jelas itu. Gue tau juga kalau dalam acting di film itu jauh lebih ‘berkelas’ daripada serial stripping. Maka dari itu gue masih merasa saat ini adalah masa adaptasi gue dengan dunia baru gue, lingkungan baru gue, pekerjaan baru gue. lagipula sekarang gue sudah terlanjur terima dan masuk ke dalamnya, gue juga harus pegang janji gue sama diri gue sendiri untuk terima tantangan dan coba hal baru as long as hal itu positif,” tandasnya. Dan kata-kata itu ia buktikan dengan usaha kerasnya shooting dalam jam kerja panjang, eksplorasi peran, hingga berbagai hal yang ia temukan dalam kariernya berakting. “Semakin gue dalami semakin banyak gue temui hal dan pengalaman baru yang menantang buat gue. Gue bisa salurin emosi gue lewat acting, gue bisa explore diri gue lebih dalam, gali kemampuan gue yang selama ini gue sendiri bahkan nggak tau. Gue bisa berekspresi dan berkreasi dengan karakter gue sendiri.”