chacha

By Vinny Vindiani on February 25, 2017

“The Edgy”

 

Selalu ada perasaan lega saat menemukan sebuah akun Instagram yang punya konsep tersendiri dan tentunya memuaskan kebutuhan visual dengan gambar-gambar yang menarik dan tersusun rapi, seperti apa yang bisa ditemukan di akun milik perempuan asal Jakarta ini. Profesinya sebagai art director dari sebuah agensi dan freelance photographer tentu menjadi kelebihan yang tepat untuk resep sebuah akun yang patut di-follow, tapi good taste dan kreativitas jadi hal yang membuatnya beda dari orang lain.

 

Mengaku sedang disibukkan dengan lingkaran revisi yang menjadi kewajibannya sebagai visual content creator, Chacha yang juga baru saja menyelesaikan retainer untuk salah satu brand kecantikan dan kesehatan serta merencanakan sebuah creative house buatannya sendiri ini dikenal dengan kemampuannya dalam art direction dan still life photography yang baginya berawal dengan kebosanannya dan keinginannya untuk bereksplorasi lebih.

“Awalnya banyak teman yang nanya ‘Cha, IG lo apa?’ Terus gue bingung mesti jawab apa karena gue punya aplikasinya tapi nggak pernah gue buka, soalnya bagi gue itu boring banget. Terus karena penasaran kenapa sekarang jadi banyak yang pakai, akhirnya gue coba buat main Instagram lagi, ternyata makin ramai dan banyak teman-teman yang bikin makin seru. Dari situ gue mulai sering ikutan Instameet. Instameet adalah semacam acara untuk sesama user Instagram buat ketemu terus hunting foto bareng, jadinya makin banyak teman dan koneksi. Cuma karena gue anaknya terlalu suka observe, terus gue lihat semuanya rata-rata fotonya sama dan setipe, jadi nggak ada sesuatu yang beda dan punya karakter yang kuat, boring. Nah, dari situ gue mulai narik diri dan coba explore hal lainnya, terus jadi tertarik sama foto art direction dan still life karena menurut gue itu unik dan beda dari yang lainnya. Bisa ekspresiin hal yang gue suka tanpa batas, makin aneh makin keren, tentunya juga harus ada maknanya,” ungkap penggemar Amanda Kusai dan Axel Oswith dari @thetaable yang keduanya berasal dari Indonesia ini.

Kemampuannya di bidang still life photography dan juga kebolehannya dalam hal styling juga tidak didapatnya dalam sekejap. Ia ingat bagaimana orangtuanya membiasakan hidup hemat dan disiplin yang membuanya kreatif masalah mix and match dan bagaimana awalnya ia dianggap digital savvy, namun sebenarnya, ia tidak bisa menggunakan aplikasi-aplikasi seperti Adobe Photoshop hingga InDesign. Ia sepenuhnya bergantung pada aplikasi di smartphone dengan hasil yang standar. Namun rasa penasaran dan keinginannya untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan pun mendorongnya untuk memberikan effort dan belajar menggunakan software yang lebih memadai di laptopnya.

“Dulu waktu baru awal-awal belajar fotografi masih ngedit foto pakai aplikasi di hape, sekarang setahun belakangan ini udah mulai pakai software di laptop. Tapi meskipun banyak keterbatasan, justru kadang itu bisa jadi kelebihan gue buat bikin karya yang lebih niat dari pada orang lain. Contohnya buat foto still life, gue sampai bela-belain bikin dan nyari properti sendiri tanpa bantuan digital design, paling tools digital-nya cuma ngedit foto yang udah jadi di Lightroom dan mainin warnanya aja,” ungkap perempuan yang juga hobi mendekorasi rumah dan kamarnya karena terinspirasi dari berbagai tampilan di Pinterest.

Jika awalnya Chacha hanya sekadar menampilkan OOTD dan hal-hal favoritnya, kini ia konsisten managing and maintaining her account dengan ide-ide inspiratif dan tampilan yang clean serta feed Instagram yang bertema senada di setiap 3 posts sejajar miliknya. Dan jika kamu menanyakan apa yang menjadi resolusinya di tahun baru ini, she will simply said, “Being a digital savvy.”