Untitled-1 copy

By webdev on February 21, 2017

Memiliki anggapan bahwa konsep genre dapat membatasi seseorang dalam menuangkan kreativitas mereka, plusma menciptakan kumpulan musik yang berbeda dengan gabungan aliran jazz, abstract beats, lofi dan trip hop didalamnya. Fotografi: Micha Henry.

Plusma resize

Berangkat dari kecintaannya terhadap musik yang muncul sejak berusia 10 tahun, Viktor akhirnya memutuskan untuk memproduksi kumpulan irama dibalik nama Plusma (+ma) pada tahun 2012, saat ia pindah ke Hamburg untuk mempelajari Audio- Production di SAE Institute. Terinspirasi oleh Soulection, produser asal Jerman ini sudah memiliki 10 EP di awal 3 tahun perjalanan kariernya. Memiliki keinginan yang sangat kuat untuk melanggar batas-batas di dalam konsep genre, tahun ini Plusma akhirnya meluncurkan album terbaru bertajuk “Waver” dalam bentuk kaset, piringan hitam dan limited 7”. Hal yang menarik dari Plusma adalah cara bagaimana ia selalu memainkan dan merubah genre di setiap albumnya. Kali ini Anda akan merasakan jazzy ambience yang diracik secara sempurna dilengkapi sentuhan beats yang cukup sederhana.
“It’s about catchy sample melodies, swinging drums and warm lo sound aesthetic, I listened to a lot of jazz while making it” ujar Viktor menjelaskan apa yang membedakan “Waver” dengan sejumlah EP yang sudah diproduksi sebelumnya. Sekarang, Plusma sedang disibukan oleh side projects untuk membuat 90s Memphis style Hiphop Tape serta merencanakan album baru dengan memasukan genre hi dan irama yang lebih kompleks.

Berangkat dari kecintaannya terhadap musik yang muncul sejak berusia 10 tahun, Viktor akhirnya memutuskan untuk memproduksi kumpulan irama dibalik nama Plusma (+ma) pada tahun 2012, saat ia pindah ke Hamburg untuk mempelajari Audio- Production di SAE Institute. Terinspirasi oleh Soulection, produser asal Jerman ini sudah memiliki 10 EP di awal 3 tahun perjalanan kariernya. Memiliki keinginan yang sangat kuat untuk melanggar batas-batas di dalam konsep genre, tahun ini Plusma akhirnya meluncurkan album terbaru bertajuk “Waver” dalam bentuk kaset, piringan hitam dan limited 7”. Hal yang menarik dari Plusma adalah cara bagaimana ia selalu memainkan dan merubah genre di setiap albumnya. Kali ini Anda akan merasakan jazzy ambience yang diracik secara sempurna dilengkapi sentuhan beats yang cukup sederhana.
“It’s about catchy sample melodies, swinging drums and warm lo sound aesthetic, I listened to a lot of jazz while making it” ujar Viktor menjelaskan apa yang membedakan “Waver” dengan sejumlah EP yang sudah diproduksi sebelumnya. Sekarang, Plusma sedang disibukan oleh side projects untuk membuat 90s Memphis style Hiphop Tape serta merencanakan album baru dengan memasukan genre hi dan irama yang lebih kompleks.

NAME SAKE

Saya sempat membuat street art dibawah nama ‘plus’. Dan ketika saya sudah berhenti melakukan hal itu, nama ‘plus’ mendapatkan imbuhan ‘ma’.

MEMORABLE GIG

Saya belum bermain di banyak gigs hingga saat ini, namun konser rilis album “Waver” cukup meninggalkan kesan bagi saya.

DREAM GIG

I am more into studio work. Playing live is fun but not so important for me.

LISTEN THIS

Monte Booker, Phony Ppl, Sam Gellaitry, Stuss, Pomrad, Relaén, Oshun, Tennyson.

DREAM COLLABORATION

Awalnya, saya memiliki banyak nama yang bisa dijadikan sebagai dream collaboration. Tapi untuk saat ini, saya memilih untuk bekerjasama dengan para instrumentalis, misalnya seperti pemain piano jazz.

NEW YEAR RESOLUTION

I want to learn playing the piano.