banner master

By Alexander Kusuma Praja on January 13, 2017

Seperti pepatah yang diungkapkan oleh Jean-Paul Sartre, kata-kata diilustrasikan sebagai pistol yang menunggu untuk digerakkan pelatuknya, then open fire. Tidak semua individu memiliki kelebihan untuk mengungkapkan isi hati ataupun keadaan melalui rangkaian kata penuh makna. Maya Arulpragasam menjadi ikon penyanyi sekaligus rapper yang mampu menarik perhatian pendengarnya dengan lirik-lirik kontroversial nan gamblang melalui karya musik artistik, instrumen elektronik unik, dan aksi panggung eksentrik. Melalui perjalanan karier yang panjang serta latar belakang hidupnya yang berliku-liku, Maya or more well-known by her stage name M.I.A. hypnotized people with her unusual sound and of course, her street style. Teks dan ilustrasi oleh: Kanishka Andhina.

2005

2005: FIRST DEBUT

Debut album berjudul Arular yang diangkat dari nama sang ayah, mendapatkan respons yang sangat baik dari para pecinta musik. Hampir seluruh lirik pada lagunya ia tulis sendiri dengan berkolaborasi bersama deretan produser andal seperti Switch, Diplo, Eichard X, dan Ant Whiting. Bercerita tentang konflik politik di Sri Lanka, tempat yang menjadi saksi bisu dari perjalanan masa kecil M.I.A. dan keluarganya bertahan saat konflik dan revolusi sedang berlangsung yang melibatkan grup militan Sri Lanka. Nobody ever thought that political protest could be produced into dance tunes music kinda thing. Di debutnya ini M.I.A. muncul dengan tampilan serta pribadi yang bold seperti patterns, sparkle, dan warna neon yang menyolok. She described it as refugee image combined with new rave. Fashion world called her hybrid and since then, she welcomed to the fashion stage.

 

2007

2007: SECOND COMING

Siapa yang bisa lupa dengan lagu “Paper Planes” yang menjadi salah satu lagu paling ikonik dari M.I.A.? Bercerita soal sentimen tentang imigran, single dari album kedua bertajuk Kala yang dirilis tahun 2007 ini sukses merajai daftar lagu terbaik dan mengisi soundtrack berbagai film. Lewat Kala yang juga menelurkan banyak single keren seperti “Boyz”, “Bird Flu”, dan “Jimmy”, popularitas M.I.A. melesat di publik mainstream dan her hipster style pun mulai dikenali dengan seringnya dia wara-wiri di acara red carpet dan front row fashion week. Tampil dengan rambut potongan bob biru, outfit berwarna electric, dan aksesori gold menghiasi leher sampai pergelangan tangannya, tidak ada yang berbeda dari gaya keseharian M.I.A. on and off stage because she really that bold and confident about her personal style.

2009

2009: BABY BUMP

Ada yang berbeda dengan M.I.A. saat dirinya tampil di Grammy 2009. She had that baby bump! Walaupun dengan perut besar di bulan kesembilan menuju kelahiran sang bayi, M.I.A. yang kala itu mendapatkan nominasi  Record of the Year untuk “Paper Planes” dan Best Rap Song untuk “Swagga Like Us”, beraksi interaktif di atas panggung bersama Jay-z, Kanye West, T.I., dan Lil Wayne. Mengenakan pakaian sheer polkadot, she rocked the stage like she always does. Walaupun tidak membawa pulang Grammy, M.I.A. menang untuk awards lainnya seperti BET Awards, ASCAP, Canadian Independent Music Awards, dan UK Asian Music Awards.

2013

 

2013: CONTROVERSY

1 November 2013, M.I.A merilis album keempat berjudul Matangi dengan noisy beats dan simbolisme Hindu yang kental. Single pertama “Bad Girls” menggemparkan YouTube dengan views sebanyak 76 juta and I could say, that’s the coolest music video the singer ever made. Mengambil latar belakang Maroko dengan suasana Timur Tengah yang sangat kental, M.I.A. sukses membuat “Bad Girls” menjadi theme untuk women empowerment. Bukan M.I.A. kalau tidak menampilkan kontroversi di setiap kemunculannya. Namun, di tengah penampilannya di Super Bowl tahun 2012, she raised her middle finger and it was a shock. She responded that the middle finger was a display of women empowerment. There’s always agree to disagree, and vice versa, right?

 2015

2015: WHAT’S UP?

Kepiawaiannya menggabungkan esensi kultur pop dengan topik global ke dalam bentuk lagu kembali terlihat lewat single “Borders” yang dirilis akhir 2015 lalu. It’s all about the refugee crisis she talked about 10 years ago yang masih sangat relevan dengan segala krisis yang dihadapi masyarakat dunia sekarang ini. But again, kontroversi kembali muncul ketika dia memakai kaus berlogo Fly Pirates di video musik lagu tersebut. Tim sepakbola Paris Saint-German pun memberikan surat tuntutan kepada M.I.A. yang ditanggapinya dengan santai: “If they want to come after me on a T-shirt, that’s crazy to me. It’s not even a big enough fight to me this year.”

 2016

2016: AIM & BEYOND

Sambil menunggu album kelimanya yang awalnya direncanakan berjudul Matahdatah dirilis secara resmi, M.I.A. memberikan teaser lewat beberapa single seperti “Swords” dan “Warriors” serta bekerjasama dengan produser trap & bass Baauer dalam single “Temple” yang turut menampilkan rapper Korea, G-Dragon. Tidak hanya sampai di situ, kolaborasi lain yang dilangsungkan oleh M.I.A. dengan H&M melaui program World Recycle Week menjadi inisiatif untuk aksi recycling pakaian bekas dan meningkatkan awareness masyarakat terhadap isu lingkungan dengan sebuah musik video bertajuk “Rewear It”. Pada akhirnya, album kelima M.I.A resmi dirilis dengan tajuk AIM yang berisi 17 lagu dengan beberapa kolaborasi yang menghadirkan Zayn Malik, Dexta Daps, dan GENER8ION.

 




'