scaller

By Alexander Kusuma Praja on January 17, 2017

Setelah merilis mini album bertajuk 1991 pada penghujung 2012 lalu, SCALLER yang merupakan duo alternative rock asal Jakarta yang dibentuk oleh Stella Gareth dan Reney Karamoy ini akhirnya kembali dengan album debut mereka di awal tahun ini. Memakan waktu rekaman dari November 2015 sampai Desember 2016, album yang diberi judul Senses ini adalah album self-released yang diproduseri oleh Reney Karamoy sendiri dengan bantuan dari engineer/mixer Gerard Rumintjap dan mastering oleh seorang engineer peraih Grammy Award, Brian Lucey di Magic Garden Mastering.

 IMG_9857

Album berisi 9 track dengan durasi total 38 menit ini merupakan koleksi full-length dari materi-materi segar yang ditulis sejak 2014 plus dua single andalan mereka sebelumnya, “The Youth” dan “A Song”. Selain dirilis dalam bentuk CD secara pre-order, Senses juga tersedia di platform digital seperti iTunes, Spotify, Deezer, dll.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang album yang sampulnya dihiasi ilustrasi karya Novan V Adikresna ini, kami pun melempar beberapa pertanyaan.

 

Hai Reney dan Stella, congrats for the album, boleh cerita proses brainstorming-nya seperti apa dan apa saja hal-hal memorable selama rekaman album ini?

Proses rekaman melalui banyak masa-masa yang sulit. Pembuatan lagu mulai dari scratch sampai menjadi hasil akhir merupakan hal yang spiritual bagi kami. Salah satu cara kami membangun koneksi terhadap materi-materi baru adalah dengan membawakannya secara live. Sebelum merekam, kami juga banyak melakukan workshop di studio. Banyak sekali hal yang kami pelajari dalam proses pembuatan album ini

 Bagaimana ceritanya kalian bisa bekerjasama dengan Brian Lucey untuk mastering album ini?

Kerjasama dengan Brian didasari oleh kekaguman kami terhadap hasil kerjanya dengan beberapa band seperti Black Keys, The Arcs, Arctic Monkeys, Depeche Mode, dll. Kami mengirim materi Senses dan menanyakan apakah dia bersedia. Beberapa jam kemudian setelah mendengar hasil mixing, Brian menjawab “Let’s do this!”

Apa yang jadi benang merah di album ini baik secara lirik maupun aransemen?

Kami cenderung berusaha untuk menembus batas tertentu dalam mengerjakan lagu. Namun kembali lagi, setelah materi demo jadi, kontemplasi terhadap makna lagu-lagu tersebut pasti kami lakukan.

Lagu apa yang dipilih menjadi single pertama dan apa alasannya? Ada rencana untuk membuat video musiknya?

Single pertama kami “Flair” dipilih karena cukup mewakili album ini secara keseluruhan. Untuk musik video sedang kami garap bersama Jordan Marzuki.

Ada cerita khusus yang ingin disampaikan lewat cover albumnya?

Glimpse of path, less travelled.

Kalau kalian sendiri menganggap album fisik masih sepenting apa? Adakah gimmick khusus untuk pre-order?

Rilisan fisik bagi kami sangat penting. Namun digital juga tidak kalah pentingnya untuk merangkup pendengar dengan skala lebih luas. Dan ternyata antusiasme pendengar kami sangat besar terhadap materi fisik Senses. Seminggu pertama sudah lebih dari 500 pre-order dan mereka yang memesan akan mendapat opsi “get it signed”.

Apa rencana selanjutnya untuk album ini?

Dalam waktu dekat, kami akan membuat konser. Setelah itu secepatnya kami akan tur.