_MG_7423

By Alexander Kusuma Praja on December 15, 2016

“The image of the child represents the strongest, the most ineluctable urge in every being, namely the urge to realize itself.” Jung, C.G. Memories, Dreams, Reflections, p. 174.

_MG_7894

Kalimat di atas menjadi benang merah bagi solo exhibition terbaru Natisa Jones, seorang seniman muda yang berdomisili di Bali dan juga termasuk dalam Radar 30 Young Artists Under 30 yang NYLON rangkum di edisi Art November 2016. Bertajuk “Tough Romance”, pameran yang dikuratori oleh Glenda Sutardy ini diadakan di RUCI Art Space dan terbuka untuk publik dari tanggal 9 Desember 2016 sampai 22 Januari 2017.

_MG_7810 _MG_7795

Judul “Tough Romance” sendiri berakar dari complex relationship antara Natisa dengan kesadarannya sebagai seorang seniman dan identitas inner child dalam dirinya yang bertanya soal self-expression dan hal-hal paradoks dalam hidupnya. Hal itu diungkap lewat goresan-goresan penuh makna dalam karya lukis dan ilustrasi yang terasa jujur dan penuh oleh emosi. Secara sadar, Natisa juga membiarkan anak kecil dalam dirinya untuk bermain dengan lepas tanpa perlu dibatasi oleh hal-hal eksternal dalam proses berkarya. “For me, the inner child sparks the thrill and love of creating, romanticizing life. It exists amongst realms of external conditions. Tough Romance is my attempt to harmonize this relationship between the inner child and its external context. This harmony is what enables me to sustain the love and pureness in creating and of life itself, embracing the dynamics of externals factors“, ungkap seniman penyandang gelar Fine Arts dari RMIT University, Melbourne, Australia ini.

_MG_7792 _MG_7415

Di samping ekshibisi ini, Natisa juga akan melakukan sesi Artist Talk pada tanggal 13 Januari 2017 di tempat yang sama. Oleh: Alexander Kusuma Praja. Foto: Eightpicture.