Untitled-1

By webdev on December 19, 2016

Dirajut dengan sempurna, setiap ketukan, efek, dan alunan nada oleh mt. marcy menghasilkan musik homespun lembut yang dapat menjadi soundtrack bagi kegiatan sehari-hari.

Processed with VSCO with x1 preset Fotografi: Jonathan Moldofsky

Daniel Johnston, penyanyi, penulis lagu, musisi dan seniman asal Amerika Serikat, adalah sosok yang menginspirasi mt. marcy untuk memulai proyek musik satu setengah tahun silam. Dari setiap musiknya, musisi solo asal Pennsylvania ini belajar bahwa untuk menghasilkan sebuah alunan nada yang berkualitas, tidak perlu peralatan rekaman yang mahal. Adalah Jack Follansbee, orang yang berada dibalik nama mt.marcy. Sudah mahir dalam memainkan alat musik sejak dini dan kerap tergabung dalam beberapa
band pada masa SMA, Jack merasa bosan dengan pemetaan genre yang begitu kaku.
Hal tersebut menginspirasi mt. marcy untuk menghasilkan sesuatu yang baru dengan berusaha mengimplementasikan suara sehari-hari menjadi sebuah musik yang enak didengar.

artworks-000175789246-utvmcp-t500x500 Ilustrasi: Refined Acne

 

Sejauh ini, mt. marcy telah merilis tiga mini-EP, Nietzsche, Naked Lunch, Baobab Tree dan sejumlah single. Tidak hanya musiknya yang akan langsung menjadi earworm di telinga, bagian cover yang dihiasi ilustrasi oleh Refined Acne juga berhasil menarik perhatian. Ada sesuatu yang mengejutkan saat saya meilhat cover artwork dari single “Stupid for Caring”, terdapat poster EXO, band K-Pop, menghiasi bagian depan single tersebut. “I’m absolutely a fan of EXO, I love the pop music coming out of Korea and Japan” jelasnya ketika ditanya apakah hal tersebut merupakan sebuah kebetulan atau bukan. Sekarang ini, mt. marcy sedang fokus untuk kembali melakukan eksperimen dan mematangkan rencana untuk kembali merilis mini-EP dan mengerjakan sebuah album.

 

NAME SAKE

Saat berumur 10 tahun, ayah saya mengajak untuk mendaki pegunungan Mt. Marcy di kawasan New York. Bagi saya, itu adalah perjalanan yang spesial dan saya rasa nama mt. marcy cocok bagi musik saya.

INFLUENCES

Influence utama
saya adalah Elliott Smith, J Dilla dan Jeff Magnum. Mereka juga merupakan inspirasi bagi saya untuk membuat musik.

MEMORABLE GIG

Saya baru saja manggung di NYC. Saat itu saya mendapatkan kesempatan
untuk melakukan percakapan dengan para penggemar, berjam-jam berbicara mengenai kehidupan mereka. Uniknya,
saya belum pernah bertemu dengan mereka sebelumnya dan mereka sudah menceritakan hampir segalanya kepada saya. Dan dari situ saya menegaskan diri untuk selalu membuat musik. Kenapa? I need to continue making music because it helps bring people together who otherwise may never meet.

DREAM GIG

My dream gig would
be performing with the guys from the collectives that I am part of (Always Proper & MTPHSCS). It would be like a big family gathering.

LISTEN THIS

Saya akan merekomendasikan kepada kalian semua untuk mendengarkan Always Proper atau MTPHSCS.

DREAM COLLABORATION

Merupakan sebuah mimpi apabila saya
bisa berkolaborasi dengan Julia Holter atau Perfume Genius.