1 f hardwell

By webdev on August 5, 2016

Tampil lebih dari ekspektasi para partygoers Jakarta, DJ asal Belanda, Hardwell yang didaulat sebagai DJ no.1 di dunia pada tahun 2013 & 2014 oleh DJ Mag, dan dinobatkan sebagai Best International DJ pada tahun 2015 pada penghargaan tahunan DJ Awards ini mengukuhkan posisinya sebagai DJ favorit para penikmat rave dengan limpahan lagu-lagu yang terkomposisi sempurna yang masuk dalam rangkaian promosi albumnya berjudul United We Are yang dirilis pada Januari 2016 kemarin. Tidak tanggungtanggung, untuk kedatangan keduanya kali ini, DJ bernama asli Robert van de Corput ini berhasil menyihir semua penontonnya selama 3 jam nonstop performance, untuk bersama larut dalam sorak-sorai, uplifting dance, dan seruan lagu-lagu yang terdengar familiar meski hadir dari berbagai genre musik. Ini terasa seperti treatment khusus untuk para fans setianya di Jakarta, karena pada umumnya ia hanya memberikan durasi kurang dari 3 jam di berbagai festival dan tour-nya di seluruh dunia. It’s a good start!

pic4

Foto Dok.Ismaya Live

Sebelum menceritakan lebih lanjut soal bagaimana  ia meninggalkan kesan tidak terlupakan bagi para penontonnya di united we Are Jakarta, rasanya tidak lengkap jika belum menceritakan perbincangan kami sesaat sebelum show digelar. Sosok yang ramah dan easygoing ini menyempatkan diri bercerita soal antusiasmenya kembali ke Jakarta dengan keseluruhan konser yang juga diisi dengan album barunya. Saat ditanya mengapa ia baru merilis albumnya setelah bertahun-tahun beraksi di belantika musik dunia, ia menjawab bahwa tahun lalu merupakan momen yang pas baginya, apalagi dengan jadwal turnya yang padat dan keinginannya mengerjakan musik dan menyelesaikan album yang proper. Hasilnya sebuah album yang mampu merefleksi setiap emosi dan keadaan, “It depends on your mood, it depends when you wake up, before you go out, there are huge different between different time in a day, I think the album is the perfect reflection of different emotions. For example, the moment before you go out, the track from W&W featuring Fatman Scoop “Don’t Stop the Madness” is the perfect track, the track with Mr. Probz “Birds Fly” is more relaxed so you could just listen it back at home, and there are tracks to chill out too.” 

pic5

Melihat ke belakang, DJ yang banyak terinspirasi oleh sosok DJ kelas dunia Armin van Bureen ini memang selalu punya obsesi besar akan musik, dalam genre apapun. Seperti saat ia menceritakan bahwa ia pernah mempelajari classical piano sejak kecil, dan malah jatuh hati saat mendengarkan dance music di usia 11 tahun. Dari situ, ia mencoba membuat musik sendiri dari komputernya, yang berbuah record deal di Holland pada usia ke-14. Jujur ia memang tidak pernah menjadi fan dari jazz atau musik klasik, sebaliknya ia lebih tertarik pada hip hop, trance, dan dance, but one thing for sure, he can’t live without music, seperti pada gig pertamanya. “The first gig, that was my friends birthday party, for like 20 people. I think I was like 12 years old, and actually the first club where I perform was in dancing school, so I wasn’t allowed to play my own music. It was like a real dance school, so I played jazz and cha cha cha and tango, salsa and everything,” ujarnya sambil tertawa, “I’m a big fan of music, so that time it didn’t matter what kind of music I could play, just playing the record was the thing I love.”

Menyatakan bahwa industri EDM sedang berada di puncaknya, Hardwell juga menyatakan kebahagiaannya akan perkembangan EDM yang tidak hanya berada di Eropa dan Amerika, namun kini merambah ke Asia dengan begitu banyak festival yang bisa dihadiri. Jika banyak orang yang menganggap hal ini menjadi titik saing dari skena DJ dunia, beda dengan tanggapannya, “It’s not really a competition, we’re more like one big family, we’re all friends together. And the thing is just doing your own thing, I just make my music, and I think that’s really important. Though music is everything nowadays, like making music, run the record label, having my podcast, all those different elements makes me stand out from the rest, or at least, you know, make me who I am instead of sounded like somebody else.”

Semua cerita yang ia paparkan di perjumpaan kami menjadi bukti kegigihannya saat tampil di atas panggung, di hadapan ribuan orang. Bertempat di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, pada 2 April 2016 keseluruhan acara dimulai dengan opening act oleh Kill the Buzz yang tampil di jam-jam pertama untuk hype up the mood dan berhasil menarik para partygoers menuju deretan terdepan stage.

pic3

Tepat di tengah malam, saatnya Hardwell tampil dengan lagu “United We Are” sebagai pembuka beriring sorakan antusias dari semua orang yang sudah tidak sabar lagi berpesta semalaman. To level up, Hardwell terus-menerus membawakan lagu-lagu dari album terbarunya, seperti “Arcadia”, “Area 51”, dan “Colors” yang diselingi dengan sederet lagulagu populer dunia yang di-remix sedemikian rupa menjadi lebih fun, seperti “Runaway” dari Galantis, “If I Lose Myself” dari Alesso & One Republic, “How Deep Is Your Love” dari Calvin Harris & Disciples, “Outside” dari Calvin Harris & Ellie Goulding hingga yang mengejutkan seperti “Sky Full of Stars” dari band legendaris Coldplay, “Sorry” milik Justin Bieber hingga “In the End” dari Linkin Park yang sontak memunculkan sing along moment dan teriakan antusias semua orang yang tidak lelah melompat dan menari dalam keramaian dan kebersamaan. Tidak jarang pesta akbar ini dilengkapi dengan tata panggung spektakular, berhiaskan sorotan lampu warna-warni, confetti paper megablast, top notch fireworks yang makin menaikkan mood berpesta. All in all, for the cross genre music and how it unite all the people where the party took place, this party are indeed showed us the real meaning of United We Are! Top notch!VV.

pic2