Girl We Love

By webdev on April 3, 2016

Mendengar nama belakangnya, benar jika kamu sebelumnya sudah mengira-ngira, bahwa Laya mendapatkan bakat musiknya dari almarhum ayahnya, Broery ‘Marantika’ Pesulima yang merupakan salah seorang penyanyi legendaris asli Indonesia. Tapi, bukan berarti wanita bernama lengkap Nabila Methaya Pesulima Putri ini harus mengikuti persis jejak sang ayah dengan kesuksesannya di belantika musik tanah air, karena baginya kecintaan akan musik bisa sama besarnya, tapi warna dan pilihan bermusik tentu beda cerita. Seperti apa yang ia ungkapkan tentang dirinya, sosok sang ayah, dan dunia musik: “Saya cinta ayah saya dan passion dan jiwanya untuk musik. Ia punya cerita dan buku perjalanannya sendiri. Orang-orang cenderung berharap saya menuliskan kembali buku yang sama. You see, we have the same heart and passion, but totally different color and sound. I just focus on music. Keep the main thing the main thing.”

Lahir di Jakarta, 16 Oktober 1991, Laya yang kini sedang menetap di Washington D.C., Amerika Serikat, mengawali karyanya di dunia musik dengan menuliskan beberapa lagu untuk beberapa project yang ia tangani, baginya ada kenikmatan tersendiri yang datang dari menciptakan musik. Selalu ada kesan yang membahagiakan setiap ia bergelut dalam alunan musik dan cerita di sekitarnya, “Selain menyentuh hati orang-orang setelah bernyanyi, minum bergelas-gelas wine dan perbincangan gila dengan Robert Glasper, Bilal, India, and many more cats,” ujarnya. Hingga kini di mana ia sedang memfokuskan diri dalam membuat rekaman pertamanya, Laya merasa terus terinspirasi, khususnya dengan musik yang berkesan loud dan sarat akan good vibes. Dan tidak lupa menyebut influensnya hingga kini, yaitu? “My father, his charisma and power. India Arie, her honesty and positivity. Kendrick Lamar, his passion and writing.”

menunjukkan kebolehannya di Java Jazz Festival 2015, Laya punya nada positif akan pelaku dan penikmat musik di Indonesia, seperti yang diungkapkan olehnya: “We have many talented cats. Harapannya untuk musisi agar bisa selalu stay true to your music and follow your soul. Dan untuk pendengar, agar meningkatkan apresiasinya kepada musik. Go to their shows and buy their work. Support your local musician.”

 

Girl We Love Layla

Keluar dari dunia tempat ia berkarya, Laya yang mengidolakan sekaligus bermimpi berkolaborasi bersama Earth, Wind & Fire juga ingin belajar bermain berbagai macam bass, serta punya ketertarikan lebih akan sports, khususnya American Football, bahkan ia akan segera bermain dalam sebuah turnamen di waktu dekat ini. Di penghujung interview, Laya juga menceritakan apa arti kebahagiaan baginya, yang tak lain dan tak bukan tentang kepercayaan dan imannya akan Sang Pencipta. “Experiencing God’s love and building a relationship with Him. I believe that you can only find true happiness in God. And not only keeping it to ourselves but to spread it around you. Happiness is contagious,” tandasnya dengan nada optimis.