mona banner

By webdev on December 10, 2015

Mona Matsuoka adalah salah satu dari gadis-gadis yang kami anggap “painfully cool”. Rambut berantakan, alis tegas, dan tatapan yang agak cuek, semuanya berkontribusi dalam daya tarik unconventional yang mengantarnya ke beberapa campaign besar dan runway spot di dunia fashion. Dan kamu pun akan menyadari bahwa ia baru berusia 17 tahun, yang membuat faktor kerennya makin memuncak. Ya, kami akan selalu pilih kasih untuk gadis berwajah cantik with a good dose of edginess. 

mona 2

Mona Matsuoka punya jenis wajah yang segera menempatkannya pada campaign dan runway dari brand-brand seperti Kenzo, 3.1 Philip Lim, dan Yohji Yamamoto. Yang kami maksud dengan itu adalah ia punya daya tarik yang cukup membingungkan dan hampir terkesan androgyny, thanks to fitur lembut khas Eurasia, hasil dari gen Japanese-American. Alis tegasnya membingkai sepasang mata teduhnya, dengan struktur wajahnya yang lembut, dilengkapi dengan senyuman tipis dan tatanan rambut shaggy hitam legam andalannya yang makin membuatnya klop dengan image minimalis dan estetika gender-bending dari label-label tersebut yang dibuktikannya dengan berjalan untuk mereka selama Fall/Winter 2015 di New York dan Paris ditambah dengan membintangi kampanye Spring/Summer 2015 untuk Kenzo.

mona 3

Namun, kita juga melihatnya tampil dengan aura yang sangat berbeda pada show Dolce & Gabbana, di mana ia bertransformasi menjadi bangsawan berbibir merah yang dibalut setelan jubah dan gaun floral serta paduan mahkota/headphones berhiaskan berlian. Di Erdem, poninya diberi gel menurun dan keseluruhan rambutnya ditata dengan feminine updo, dan dipasangkan dengan dress frilly merah sepanjang betis yang membuatnya terkesan delicate.

mona 4

Intinya, Mona adalah sosok yang teramat versatile, sebagaimana model yang baik seharusnya. Tapi hal ekstra yang ia berikan adalah kualitas kecantikan dengan sisi edgy yang sukar dimengerti dan mampu mendorong gadis berusia 17 tahun (usianya tahun ini) ke berbagai runway dari fashion label terbesar.

Ia telah menjalani musim Fall/Winter yang super sibuk dengan berjalan dalam total 46 shows melintasi New York, London, Milan, Paris, dan Tokyo fashion weeks. Itu termasuk menjadi model pembuka untuk show the Noon by Noor dan Fyodor Golan, dan menutup show Adam Selman. Suatu portofolio yang impresif jika mengingat usianya; terlebih lagi jika mempertimbangkan baru tahun lalu ia berjalan di show pertamanya di luar Tokyo, ketika ia menggebrak Council of Fashion Designers dengan rekomendasi umur minimum 16 tahun untuk runway modeling, dan sudah di-booked untuk Chanel dan Dior shows.

mona 6

“Mungkin ini berkat keinginan kuat dan determinasi untuk berada di dalam show itu,” katanya mengenai pendorong di balik kesuksesannya. Itu merupakan penjelasan yang jujur dan apa adanya sekaligus bukti dari kesederhanaan dirinya untuk membangun portofolionya: bekerja keras dan bergaul sebanyak yang kamu bisa, selagi kamu masih muda.

 

Fotografi oleh: Masatoshi Yamashiro. Teks oleh: Tami Lai.