The Beauty of Harmony

By webdev on June 4, 2015

Pentatonix rocks! Grup akapela asal Amerika Serikat ini sukses menebarkan pesona keindahan harmoni suara mereka di konser “The On My Way Tour-World Tour” yang digelar Rabu (3/6) malam lalu, di Balai Kartini, Jakarta.

Mitch Grassi (tenor), Scott Hoying (bariton), Kirstie Maldonado (mezzo-sopran), Avi Kaplan (bas, bariton), dan Kevin Olusola (beatboxing, tenor, perkusi) sukses menuai jeritan para penonton yang didominasi remaja di panggung minimalis yang diramaikan dengan sorotan lampu warna-warni.

Grup beranggotakan satu perempuan dan empat pria membuka konser dengan Problem milik Ariana Grande disambung dengan medley lagu-lagu Beyonce.

“Indonesia, ini show pertama kami. Sejak lama kami tidak sabar ingin ke sini karena kami dengar energi di sini luar biasa, dan sejauh ini itu terbukti,” ujar Scott.

La La Latch” yang merupakan versi Pentatonix dari lagu “La La La” milik penyanyi Inggris Sam Smith dan DJ Naughty Boy juga ikut dibawakan. “Kami adalah penggemar berat Sam Smith,” ungkap Mitch, selepas menyanyikan lagu itu.

Setelah Love You Long Time dan Rather Be yang aslinya dibawakan grup Inggris Clean Bandit, grup akapela yang kerap disingkat sebagai PTX itu mengisahkan secara singkat perjalanan mereka di dunia musik. Avi Kaplan dengan suara basnya yang sontak membuat penggemar histeris.

Diawali dari tiga orang, Scott Hoying, Mitch Grassie dan Kristie Maldonado asal Texas mengajak Avi Kaplan dan Kevin Olusola untuk bergabung mengikuti kompetisi The Sing-Off. Nama Pentatonix diambil dari skala pentatonik dengan lima not per oktaf yang dianggap mewakili mereka.

Popularitas mereka semakin meroket berkat video lagu-lagu terkenal aransemen akapela yang diunggah di YouTube.

“Pelanggan kanal YouTube kami sudah mencapai delapan juta akun, itu berkat kalian juga, terima kasih!” ujar Mitch.

PTX juga melantunkan Evolution of Music yang memperdengarkan cuplikan lagu terkenal mewakili masa ke masa, seperti lagu The Beatles, Queen, Britney Spears hingga Justin Bieber juga Standing By dan On My Way Home. Judul terakhir yang menjadi tema konser lebih meriah karena melibatkan ribuan penonton yang diajak berharmonisasi dalam tiga kelompok suara yang dipimpin Scott, Mitch dan Kirstie.

Harmonisasi penonton masih terdengar hingga PTX menghilang sejenak di balik panggung. Kuintet itu kembali lagi dalam encore membawakan That’s Christmas to Me dalam suasana syahdu karena para penonton menikmati dalam hening. “Daft Punk” yang membuat Pentatonix meraih penghargaan Grammy 2015 dalam kategori Tata Musik Terbaik, Instrumentalia dan A Cappella menjadi pamungkas konser perdana mereka di Jakarta.

What a great show! Thanks PTX!