Ayu Gani Will Save Your Bad Face Day

By webdev on June 25, 2015

Ayu Gani is popular now! Even before her next modelling career in London.

Namanya langsung jadi pembicaraan setelah ia menjadi juara pertama dari acara Asia’s Next Top Model (AsNTM) Cycle 3. Mengalahkan 13 model lain dari berbagai negara di Asia.

“Sebenarnya aku nggak merasa beban, justru bangga karena aku bisa membawa nama Indonesia. Cuma, yang berat adalah bagaimana cara membuktikan bahwa setelah kompetisi ini aku menang, bagaimana dengan karier aku. Jadi aku masih merasa punya tanggung jawab untuk membuktikan bahwa aku layak untuk kemenangan ini,” ujar Gani kepada wartawan, ketika ditemui di kantor Fox International Channels, Jakarta, 19 Juni lalu.

Dia pun mengenang seberapa berat perjuangannya di AsNTM Cycle 3.

“Pressure banget, dari minggu pertama sampai minggu terakhir. Karena aku bukan tipe yang kompetitif. Aku nggak pernah ikut kompetisi yang situasinya (peserta) benar-benar kompetitif. Jadi yang pasti kaget, kamera kayak depan muka terus ikutin ke mana-mana. Kayak mau ke toilet aja diikutin sampai di depan pintu, terus ditungguin, nanti kalau udah keluar, ready lagi. Jadi sebenarnya, untuk minggu-minggu pertama itu stress banget, karena aku masih penyesuaian sama rumah yang penuh dengan kamera dan produser. Terus kita harus pakai clip-on (mic) ke mana-mana, jadi kalau kita bergosip atau mereka semua pasti dengar,” kenang Gani.

Namun, perjuangan itu tidak sia-sia. Selain, mendapat banyak pelajaran berharga dari ragam kegiatan yang diikuti selama AsNTM Cycle 3 hingga akhir, Gani kemudian jadi model Indonesia pertama yang masuk tiga besar, dan akhirnya menjuarai kompetisi ini. Tak hanya gelar kemenangan, Gani juga berkesempatan meniti karier internasional dengan kontrak selama satu tahun di agensi berbasis di London, Storm Model Management . Storm sendiri membawahi model terkenal seperti Kate Moss, Alek Wek, hingga bintang Eropa seperti Carla Bruni dan Monica Belucci.

Selain menjadi seorang model, Gani juga rupanya sudah mempersiapkan kegiatan lain di dunia fashion. Wanita yang sempat menempuh pendidikan Sastra Inggris di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta ini akan meluncurkan produk kacamata hitam. Dengan ini, Gani pun memantapkan diri untuk berkecimpung secara penuh di dunia fashion, yang memang sudah digemarinya sejak SMA.

“Dari dulu aku koleksi kacamata. Menurut aku, kacamata hitam itu bukan barang yang buat gaya, tapi butuh. Misalnya, kalau lagi jalan di Jakarta yang panas, kita butuh kacamata hitam. Sementara ini aku khususkan untuk wanita dulu, karena aku percaya setiap wanita butuh kacamata hitam untuk menyelamatkan ‘bad face day’,” ungkap Gani.